KUR BRI mencapai Rp40,7 T

Rabu, 22 Februari 2012 - 07:34 WIB
KUR BRI mencapai Rp40,7...
KUR BRI mencapai Rp40,7 T
A A A
Sindonews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Januari 2012 mencapai sekitar Rp40,7 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bank BRI Muhamad Ali menjelaskan, pada akhir 2011, kumulatif penerima KUR BRI mencapai 5,3 juta orang dengan nilai pinjaman Rp39,5 triliun. Menutup bulan Januari 2012, KUR BRI tembus Rp40,7 triliun.

Menurut dia, sejak 2007, perseroan telah memberikan KUR kepada 5,4 juta orang atau sebanyak 5.492.760 nasabah, baik kepada nasabah ritel maupun mikro. Penerima KUR di BRI, kata dia, rata-rata adalah pengusaha pemula dengan modal pas-pasan.

Namun setelah mendapat KUR, sebagian besar kemudian terangkat menjadi nasabah komersil BRI. “Berarti ada jutaan penerima KUR ini terangkat ekonomi dan usahanya menjadi bankable,” papar Ali dalam keterangan persnya.

Meski rata-rata penerima KUR BRI merupakan pengusaha pemula, tingkat kepatuhan nasabah dalam membayar angsuran sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari kualitas kredit KUR yang sangat bagus.

Dari total realisasi di atas, non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah KUR BRI hanya sebesar 2,55 persen. “KUR Ritel BRI yang memiliki plafon sebesar Rp9.7 trilun mencatat NPL sebesar 3,06 persen. Sedangkan KUR Mikro berplafon Rp30.8 T mencatat NPL sebesar 2,33 persen,” kata dia.

Selain itu, per Januari 2012, jumlah BRI Unit sebanyak 4.849 kantor, Teras BRI sebanyak 1.304 buah, dan Teras keliling sebanyak 101 buah. Untuk Teras BRI, Ali menargetkan tahun ini ada penambahan 500-600 unit.

Penambahan Teras BRI dilakukan seiring dengan kinerja dan pertumbuhan perseroan yang terus meningkat. Ekspansi Teras BRI diharapkan bisa memanfaatkan potensi pasar tradisional (basah) yang masih cukup besar. “Tahun ini kami merencanakan menambah Teras BRI sekitar 500-600 unit dan Teras BRI Keliling sekitar 200-250 unit. Untuk pengembangan ini investasinya meningkat 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Ali.

Menurut Ali, BRI akan terus menggarap pasar basah baik dari segi simpanan maupun pinjaman dengan semaksimal mungkin. Adapun dari segi simpanan, lanjut Ali, BRI mengembangkan Simpedes yang telah dilengkapi dengan fitur sesuai dengan kebutuhan nasabah dan didukung oleh Electronic Data Capture (EDC) untuk mempermudah bertransaksi. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
44 menit yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
Manusia Pertama yang...
Manusia Pertama yang Mencapai 1 Miliar Followers di Media Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved