Nelayan Tegal protes pembatasan BBM

Rabu, 22 Februari 2012 - 11:27 WIB
Nelayan Tegal protes...
Nelayan Tegal protes pembatasan BBM
A A A
Sindonews.com – Ribuan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia dan Paguyuban Nelayan Kota Tegal memprotes adanya penetapan Peraturan Presiden (Perpres) No 15/2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu.

Pasalnya, Perpres itu berdampak pada pembatasan BBM bagi kapal nelayan di atas 30 gross ton (GT), tidak akan dilayani dengan harga subsidi. Praktis, penetapan Perpres No 15 itu amat merugikan nelayan dan lambat laun kapal di atas 30 GT bisa berhenti beroperasi.

”Pemberlakuan Perpres No 15 Tahun 2012,di mana di dalamnya juga tidak melayani harga solar subsidi bagi kapal di atas 30 GT, sama juga membunuh nelayan,” kata Ketua DPC HNSI Kota Tegal Mahmud Efendi di Sekretariat PNKT kemarin.

Menurut Mahmud, kapal nelayan di atas 30 GT bisa saja dilayani pembelian solarnya dengan catatan tidak dengan harga subsidi Rp4.500 per liter, tapi dengan harga industri Rp8.900–9.000 per liter. Padahal sebelum pemberlakuan Perpres No 15, kapal di atas 30 GT bisa leluasa membeli solar dengan harga subsidi atau sama seperti kapal di bawah 30 GT.

Terkait adanya keresahan kalangan nelayan itu, HNSI sedianya akan melakukan koordinasi dan upaya agar penetapan Perpres 2012 bisa dibatalkan mengingat amat memberatkan nelayan setempat.

Ketua PNKT Eko Susanto mengungkapkan, keberatan nelayan atas Perpres tersebut dilandasi dengan kemampuan pendapatan nelayan yang tidak seimbang dengan harga BBM industri senilai Rp 9.000 per liter. Terlebih, harga ikan sekarang tidak bisa ditentukan atau naik turun sehingga pemberlakuan Perpres jelas akan berakibat buruk bagi nelayan.

”Kondisi ikan tidak menentu. Kalau memang Perpres tetap diberlakukan, harusnya ada penyeimbangan harga ikan dong,” tandas Eko.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
20 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
29 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
46 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Protes Proyek Nimbus-Dukung...
Protes Proyek Nimbus-Dukung Palestina, Puluhan Karyawan Dipecat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved