Suku bunga bank beratkan industri kreatif

Jum'at, 24 Februari 2012 - 11:45 WIB
Suku bunga bank beratkan...
Suku bunga bank beratkan industri kreatif
A A A
Sindonews.com - Kendati Bank Indonesia telah menurunkan BI Rate menjadi 5,75 persen, kebijakan itu belum mampu menekan penurunan suku bunga perbankan. Padahal, tingginya suku bunga perbankan menjadi salah satu kendala industri kreatif berskala kecil dalam mengakses pembiayaan perbankan.

Ketua Kadin Kota Bandung Deden Hidayat mengatakan, suku bunga kredit perbankan yang masih di atas 20 persen cukup memberatkan industri kreatif terutama bagi industri kecil dan menengah (IKM). Mereka enggan mengakses kredit perbankan lantaran suku bunga kredit yang harus ditanggung debitur masih terlalu tinggi.

“Di China, suku bunga kredit sudah single digit. Tapi di Indonesia masih cukup besar, walaupun sudah ditekan penurunan BI Rate. Kondisi ini tentu cukup memberatkan industri kreatif,” kata Deden di Bandung, kemarin.

Dia mengakui, suku bunga kredit perbankan di Indonesia masih tergolong tinggi bila dibandingkan dengan sejumlah negara lainnya. Atas kondisi tersebut, Deden berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar suku bunga kredit perbankan dapat diturunkan dan mengacu kepada BI Rate.

Menurut Deden, kendati pemerintah menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) serta program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) BUMN, namun jumlahnya sangat terbatas. Seperti halnya Kredit Cinta Rakyat (KCR) dengan bunga 9,3 persen.

Sementara itu, Regional Branch Manager West Standard Chartered Bank Devianto Setioraharjo mengakui, banknya belum melakukan penyesuaian suku bunga bank berdasarkan penurunan BI Rate. Menurut dia, untuk menurunkan suku bunga butuh proses panjang. Karena menyangkut ikatan perjanjian dengan debitur dan kreditur. (ank)

()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved