Insentif untuk perekonomian & kelestarian lingkungan dirumuskan

Rabu, 29 Februari 2012 - 10:59 WIB
Insentif untuk perekonomian...
Insentif untuk perekonomian & kelestarian lingkungan dirumuskan
A A A
Sindonews.com - Dalam pencarian solusi investasi hijau (green investment), Indonesia sejauh ini telah membuka jalan yang ditandai dengan pertemuan Kementerian Pertanian, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, United Kingdom Department Of International Development dan WWF Indonesia.

Pertemuan tersebut merupakan upaya untuk merumuskan bentuk-bentuk insentif yang akan memberikan konstribusi utama terhadap perekonomian dan kelestarian lingkungan.

"Pertanian berkelanjutan merupakan prioritas bagi Indonesia. Peraturan pemerintah No.12 tahun 2012 yang dikelukan pada 9 Januari 2012 tentang insentif Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan menggaris bawahi komitmen yang kuat dari pemerintah untuk menjadikan sektor pertanian sebagai garda terdepan untuk mewujudkan komitmen pembangunan berkelanjutan di Indonesia," ungkap Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan dalam paparannya pada acara diskusi Suitainable Palm Oil, di hotel Sultan, Senayan, Jakarta Rabu (29/2/2012).

Rusman menambahkan, hal tersebut merupakan prioritas bagi Indonesia untuk mendukung model pertanian yang berkelanjutan dan investasi bagi petani-petani kecil di pedesaan.

"Sebenarnya dari perusahaan yang ada di Indonesia banyak yang berjuang untuk meningkatkan praktik berkelanjutan. Hal tersebut pastinya membantu mempromosikan perubahan di sektor industri. Walaupun saat ini banyak juga yang melakukan kritik, misalnya terkait dengan minyak sawit yang katanya merusak lingkungan,"jelasnya.

Khusus untuk pertanian di sektor kelapa sawit, pada tahun 2015 diperkirakan bahwa permintaah dunia atas minyak kelapa sawit akan meningkat dari 45 juta ton pada 2010 menjadi 62 sampai dengan 64 juta ton pada tahun 2015. "Sebagian besar kebutuhan akan terus dipasok oleh industri minyak sawit yang terus tumbuh," pungkasnya.

Maka dari itu, produsen minyak sawit perlu dukungan dari pemerintah untuk melanjutkan langka positif Ini serta mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi. Kebijakan insentif yang kuat oleh pemerintah untuk para produsen pedagang, pengecer dan konsumen dari produk minyak sawit berkelanjutan yang bersertifikat dapat menjadi faktor penentu untuk memungkinkan dan mempercepat terjadinya perubahan.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
7 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
9 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved