Hatta: Kenaikan BBM untuk selamatkan warga miskin
Rabu, 07 Maret 2012 - 11:08 WIB
Hatta: Kenaikan BBM untuk selamatkan warga miskin
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di mata pemerintah merupakan salah satu langkah untuk menyelamatkan warga miskin yang selama ini dinilai tidak mendapatkan subsidi dengan tepat. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa yang menyatakan kenaikan BBM adalah untuk menyelamatkan masyarakat lemah.
"Setiap kita mengambil kebijakan pastilah untuk menyelamatkan masyarakat kita yang lemah. Tidak mungkin ada kenaikan BBM tanpa ada perlindungan kepada masyarakat yang miskin dan yang lemah yang terkena dampak," ungkap Hatta seusai membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/3/2012).
Perlindungan yang dimaksudkan Hatta, memang cukup beralasan, pasalnya, subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah selama ini menurut perhitungannya tidak sampai ke masyarakat kelas bawah.
"Lebih dari pada 18,5 juta atau 30 persen masyarakat kita yang terbawah. Diberikan perlindungan agar apabila ada dampak, mereka tidak terkena. Jadi kalau kita tidak menyesuaikan, perekonomian kita akan terkena dampak. Ingat, 70 persen subsidi kita yang ratusan triliun itu dinikmati bukan oleh masyarakat lemah, tapi sebagian besar yang mampu," jelasnya.
Hatta melanjutkan, akan menjadi sebuah kesalahan besar, jika dana yang dianggarkan tidak tepat sasaran. Beberapa program yang mempercepat perekonomian menjadi tertunda bahkan terancam, jika tidak jalan dan kondisinya seperti ini terus maka ada banyak dana yang terambil.
"Dana kita tersedot untuk subsidi dan dinikmati masyarakat mampu, kami sama saja tidak menyediakan dana yang cukup untuk pendidikan, membangun infrastruktur, migrasi pertanian. Semua tersedot untuk subsidi minyak yang 20 persen dari APBN kita," pungkasnya. (ank)
"Setiap kita mengambil kebijakan pastilah untuk menyelamatkan masyarakat kita yang lemah. Tidak mungkin ada kenaikan BBM tanpa ada perlindungan kepada masyarakat yang miskin dan yang lemah yang terkena dampak," ungkap Hatta seusai membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/3/2012).
Perlindungan yang dimaksudkan Hatta, memang cukup beralasan, pasalnya, subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah selama ini menurut perhitungannya tidak sampai ke masyarakat kelas bawah.
"Lebih dari pada 18,5 juta atau 30 persen masyarakat kita yang terbawah. Diberikan perlindungan agar apabila ada dampak, mereka tidak terkena. Jadi kalau kita tidak menyesuaikan, perekonomian kita akan terkena dampak. Ingat, 70 persen subsidi kita yang ratusan triliun itu dinikmati bukan oleh masyarakat lemah, tapi sebagian besar yang mampu," jelasnya.
Hatta melanjutkan, akan menjadi sebuah kesalahan besar, jika dana yang dianggarkan tidak tepat sasaran. Beberapa program yang mempercepat perekonomian menjadi tertunda bahkan terancam, jika tidak jalan dan kondisinya seperti ini terus maka ada banyak dana yang terambil.
"Dana kita tersedot untuk subsidi dan dinikmati masyarakat mampu, kami sama saja tidak menyediakan dana yang cukup untuk pendidikan, membangun infrastruktur, migrasi pertanian. Semua tersedot untuk subsidi minyak yang 20 persen dari APBN kita," pungkasnya. (ank)
()