BBM naik, sopir angkutan umum galau

Rabu, 07 Maret 2012 - 11:35 WIB
BBM naik, sopir angkutan...
BBM naik, sopir angkutan umum galau
A A A
Sindonews.com - Wacana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat pengemudi angkutan umum di terminal Joyoboyo, Surabaya kuatir akan menurunkan pendapatan mereka. Hal ini dikarenakan tarif yang mengikuti kenaikan harga BBM, ditakutkan akan membuat penumpang beralih membeli sepeda motor.

"Kalau harga BBM jadi naik, para supir akan galau karena penumpang akan beralih ke sepeda motor. Kendaraan roda dua ini sangat mudah dimiliki. Bahkan tanpa uang muka, sudah bisa memiliki sepeda motor," ucap Prisma, salah seorang sopir angkutan umum di Surabaya, Rabu (7/3/2012).

Dia juga menambahkan bahwa ketakutan ini bukan hanya dialami oleh dirinya tapi juga dirasakan hampir semua sopir angkutan umum di Surabaya.

Dimana saat ini menurutnya, tarif angkutan umum adalah tiga ribu rupiah per orang. Jika harga BBM jenis premium jadi naik menjadi enam ribu rupiah per liter, mau tidak mau tarif angkutan umum juga ikut naik. Asumsinya, pemerintah juga mengurangi subsidi untuk angkutan umum.

Prisma juga menambahkan jika BBM naik yang berujung pada menurunnya pemasukan tetapi di sisi lain bahan pokok sudah pada naik, hal ini juga dikeluhkan para pengemudi atas naiknya sejumlah harga bahan pokok di pasar, bahkan waktu kenaikan harga BBM masih rencana. "BBM belum naik saja, sekarang harga-harga di pasar sudah naik," ungkapnya.

Namun masih saja ada saja penumpang yang tetap setia menggunakan angkutan umum, meski tarif naik. Angkutan umum dianggap lebih aman daripada sepeda motor.

Seperti diutarakan oleh Tarminah, salah seorang pengguna angkutan umum yang juga seorang guru TK ini mengatakan akan tetap menggunakan angkot. "Saya tetap akan naik angkutan umum karena aman saya tidak berani naik motor," ucap Tarminah.

Organisasi usaha angkutan darat (Organda) kota Surabaya mencatat, terdapat sekira 5 ribu lebih mobil angkutan kota dengan tujuh puluh sembilan jurusan berbeda. Tiga ratusan unit bis, beroperasi pada sebelas jurusan. Sedangkan taksi ada empat ribu lima ratusan armada. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
38 menit yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
10 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
10 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
10 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
10 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
11 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved