Biaya produksi naik, investor tak kabur
Kamis, 08 Maret 2012 - 16:35 WIB
Biaya produksi naik, investor tak kabur
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto (SBS) menyatakan sampai dengan saat ini, belum ada investor yang mengurungkan niatnya berinvestasi atapun mencabut investasinya di Indonesia karena naiknya biaya operasi produksi seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Yang cabut belum ada," tegas SBS saat ditemui Sindonews di sela-sela acara Peringatan Gerakan Kewirausahaan Nasional di SME Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, (8/3/2012).
Namun walaupun demikian, dari sisi pengusaha, SBS mengakui memang ada yang keberatan yang dindikasikan salah satu faktor yang diungkapkan tadi."Pasti akan keberatan karena berdampak ke biaya operasi. Tapi kita bisa pahami," jelasnya.
Dia menyampaikan bahwa sepenuhnya memahami kondisi pemerintah yang tidak cukup kuat menahan beban subsidi, maka dari itu memang penting harga tersebut dinaikkan.
Sedangkan untuk kompensasi yang akan dilakukan pemerintah, SBS lebih menyarankan untuk diarahkan ke hal-hal yang bermanfaat lainnya daripada harus diberikan ke para pengusaha.
"Itu dana yang bisa dihemat buat infrastruktur, publik dan pemberdayaan UKM. Itu saja biar kita terobati," pungkasnya
"Yang cabut belum ada," tegas SBS saat ditemui Sindonews di sela-sela acara Peringatan Gerakan Kewirausahaan Nasional di SME Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, (8/3/2012).
Namun walaupun demikian, dari sisi pengusaha, SBS mengakui memang ada yang keberatan yang dindikasikan salah satu faktor yang diungkapkan tadi."Pasti akan keberatan karena berdampak ke biaya operasi. Tapi kita bisa pahami," jelasnya.
Dia menyampaikan bahwa sepenuhnya memahami kondisi pemerintah yang tidak cukup kuat menahan beban subsidi, maka dari itu memang penting harga tersebut dinaikkan.
Sedangkan untuk kompensasi yang akan dilakukan pemerintah, SBS lebih menyarankan untuk diarahkan ke hal-hal yang bermanfaat lainnya daripada harus diberikan ke para pengusaha.
"Itu dana yang bisa dihemat buat infrastruktur, publik dan pemberdayaan UKM. Itu saja biar kita terobati," pungkasnya
()