Berat mobil Esemka dikurangi

Sabtu, 10 Maret 2012 - 16:05 WIB
Berat mobil Esemka dikurangi
Berat mobil Esemka dikurangi
A A A
Sindonews.com - Tim teknisi mobil Esemka setelah merampungkan masalah pada mesin sehabis mengalami kegagalan dalam uji emisi, kini giliran berat badan mobil yang menjadi fokus utama yang dirasa cukup menghambat performa kendaraan tersebut.

Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Sulistyo Rabono mengatakan bobot mobil Esemka 2.200 Kg sudah kelewat gemuk. Padahal bobot standar mobil jenis SUV berkapasitas 1.500 cc adalah 1.400 Kg.

“Tim sekarang ini mencari cara menurunkan beban bodi mobil yang overweight. Akumulasi beban inilah yang menyebabkan kerja mesin lebih berat. Ibaratnya, mobil sejenis mengangkut 20 orang bobotnya sama dengan mobil Esemka tanpa penumpang,” jelas Sulistyo di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/3/2012).

Dia menjelaskan, mobil Esemka kegemukan lantaran bodi luarnya terlalu tebal. Sesuai standar, seharusnya ketebalan pelat bodi maksimal 0,8 milimeter. Sedangkan pelat bodi mobil Esemka SUV Rajawali sekarang 1,2 milimeter. Mengenai hal itu, Sulistyo memahami prototipe mobil rakitan pelajar tersebut belum sempurna. Pembuatan bodi juga dikerjakan secara manual. Namun dari sini Tim kian membenahi kekurangan-kekurangan tersebut.

“Body mobil handmade terlalu berat jika 1.500 cc. Dengan bobot saat ini, mesin akan bekerja baik jika pada posisi 2.700 cc. Apabila menyesuaikan 2.700 cc, justru penyesuaiannya lebih lama. Sehingga kami memilih melakukan rework dari sisi bodi,” lanjutnya.

Kini, mekanisme pengurangan ketebalan bodi tengah disusun. Sulistyo memprediksi tim teknisi membutuhkan waktu tiga sampai empat pekan untuk melakukannya.

Dia memastikan desain fisik mobil tetap sama, kendati bobot dikurangi. Sebab, standar keselamatan berkendara telah tertuang di dalam kerangka mobil Esemka. Adapun pemangkasan bobot mobil meliputi penggantian dengan pelat bodi berdempul tipis, kemudian memasangnya di bagian samping depan dan belakang. Bahkan kemungkinan pintu akan dirombak.

“Hanya mengurangi ketebalan. Namun tidak sampai mengubah bentuk rangka dan sasis. Nantinya jika bisa turun 700 kilo sudah bagus,” kata dia.

Selain kegemukan, ukuran ban mobil yang dipakai saat ini juga terlalu besar (jenis offroad). Dua persoalan tersebut berkontribusi cukup signifikan menurunkan performa mesin. Ketidaksesuaian kapasitas mesin dengan beban memicu kerja berlebih dan setara produksi gas buangnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Anjlok,...
Penjualan Mobil Anjlok, Volkswagen akan Produksi Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved