Pemerintah-DPR sepakat pertumbuhan ekonomi 6,5%
Selasa, 13 Maret 2012 - 13:12 WIB
Pemerintah-DPR sepakat pertumbuhan ekonomi 6,5%
A
A
A
Sindonews.com - Dalam Rapat Kerja antara Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) dengan Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo, Pemerintah berkeyakinan pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai target 6,5 persen. Hingga disepakati pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5 plus minus 0,2 persen atau dengan range 6,3-6,7 persen.
Pada waktu sebelumnya, pemerintah mengusulkan dalam RAPBNP 2012, angka pertumbuhan ekonomi diturunkan menjadi 6,5 persen. Dimana sebelumnya pada APBN 2012 ditetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,7 persen.
Menurut Agus Marto, angka tersebut merupakan salah satu langkah untuk mempertahankan laju perekonomian Indonesia, yang saat ini kondisinya membaik.
"Kita mengusulkan 6,5 persen sebelumnya, karena mengingat perekonomian kita di tataran global sangat membaik," ujar Agus saat melakukan Rapat Kerja di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/3/2012).
Dia juga menambahkan pertumbuhan ekonomi terjadi koreksi karena di negara-negara maju target pertumbuhan ekonomi terkoreksi ke bawah.
"Di negara-negara yang banyak berkaitan dengan negara maju, seperti China dan India juga terjadi koreksi jadi masing-masing dari proyeksi awal di China dari 8,2 persen turun jadi 7,5 persen dan India dari 7,5 persen jadi 6,9 persen,” katanya dalam pembahasan asumsi makro APBN-P 2012 dengan Komisi XI DPR-RI, hari ini.
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Komisi XI DPR RI Emir Moeis yang menyampaikan angka pertumbuhan ekonomi ditetapkan pada angka 6,5 ±2 persen .
Selanjutnya, Inflasi disepakati pada angka maksimal 7 persen. Kemudian Nilai Tukar Rupiah dengan range Rp8.900 - 9.100 dan Selanjutnya Suku Bunga SPN 3 bulan dengan range 4,5 - 5,5 persen.
"Angka yang sudah disepakati akan dibahas selanjutnya lebih dalam pada Badan Anggaran. Kesepakatan itu juga akan berubah seiring dengan kondisi yang terjadi di Kementerian lainnya," jelas Emir
Dalam pembahasan, fraksi-fraksi di Komisi XI memilih angka pertumbuhan ekonomi dengan range yang berbeda namun masih pada kisaran 6,0-6,7 persen .
Fraksi Demokrat memilih sekira 6-6,5 persen sama halnya dengan yang diajukan Fraksi PAN dan PKB. Kemudian Fraksi PDI Perjuangan memilih sekira 6,6-6,7 persen bersamaan dengan Fraaksi PKS. Selanjutnya Fraksi Hanura 6,3-6,7 persen. Akan tetapi Fraksi Golkar tetap tidak mau mengikuti kesepakatan dan memilih tetap pada range 6,5-6,7 persen.
Menurut anggota Komisi XI Fraksi PDI Perjuangan, Dolfi, bahwa secara umum fraksinya menyepakati angka tersebut. Namun catatannya, pembahasan pertumbuhan ekonomi juga tetap dibahas dengan Badan Anggaran nantinya.
"Kita memegang teguh pertumbuhan yang berkualitas, inklusif dan berkeadilan. Maka dari itu harus ada pembahasan yang kompleks mengenai hal tersebut. Agar jika disandingkan dengan angka kemiskinan tidak menjadi kontradiktif," pungkasnya. (ank)
Pada waktu sebelumnya, pemerintah mengusulkan dalam RAPBNP 2012, angka pertumbuhan ekonomi diturunkan menjadi 6,5 persen. Dimana sebelumnya pada APBN 2012 ditetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,7 persen.
Menurut Agus Marto, angka tersebut merupakan salah satu langkah untuk mempertahankan laju perekonomian Indonesia, yang saat ini kondisinya membaik.
"Kita mengusulkan 6,5 persen sebelumnya, karena mengingat perekonomian kita di tataran global sangat membaik," ujar Agus saat melakukan Rapat Kerja di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/3/2012).
Dia juga menambahkan pertumbuhan ekonomi terjadi koreksi karena di negara-negara maju target pertumbuhan ekonomi terkoreksi ke bawah.
"Di negara-negara yang banyak berkaitan dengan negara maju, seperti China dan India juga terjadi koreksi jadi masing-masing dari proyeksi awal di China dari 8,2 persen turun jadi 7,5 persen dan India dari 7,5 persen jadi 6,9 persen,” katanya dalam pembahasan asumsi makro APBN-P 2012 dengan Komisi XI DPR-RI, hari ini.
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Komisi XI DPR RI Emir Moeis yang menyampaikan angka pertumbuhan ekonomi ditetapkan pada angka 6,5 ±2 persen .
Selanjutnya, Inflasi disepakati pada angka maksimal 7 persen. Kemudian Nilai Tukar Rupiah dengan range Rp8.900 - 9.100 dan Selanjutnya Suku Bunga SPN 3 bulan dengan range 4,5 - 5,5 persen.
"Angka yang sudah disepakati akan dibahas selanjutnya lebih dalam pada Badan Anggaran. Kesepakatan itu juga akan berubah seiring dengan kondisi yang terjadi di Kementerian lainnya," jelas Emir
Dalam pembahasan, fraksi-fraksi di Komisi XI memilih angka pertumbuhan ekonomi dengan range yang berbeda namun masih pada kisaran 6,0-6,7 persen .
Fraksi Demokrat memilih sekira 6-6,5 persen sama halnya dengan yang diajukan Fraksi PAN dan PKB. Kemudian Fraksi PDI Perjuangan memilih sekira 6,6-6,7 persen bersamaan dengan Fraaksi PKS. Selanjutnya Fraksi Hanura 6,3-6,7 persen. Akan tetapi Fraksi Golkar tetap tidak mau mengikuti kesepakatan dan memilih tetap pada range 6,5-6,7 persen.
Menurut anggota Komisi XI Fraksi PDI Perjuangan, Dolfi, bahwa secara umum fraksinya menyepakati angka tersebut. Namun catatannya, pembahasan pertumbuhan ekonomi juga tetap dibahas dengan Badan Anggaran nantinya.
"Kita memegang teguh pertumbuhan yang berkualitas, inklusif dan berkeadilan. Maka dari itu harus ada pembahasan yang kompleks mengenai hal tersebut. Agar jika disandingkan dengan angka kemiskinan tidak menjadi kontradiktif," pungkasnya. (ank)
()