Tanah di kawasan CBD Jakarta capai Rp11 juta/m2
Selasa, 13 Maret 2012 - 17:05 WIB
Tanah di kawasan CBD Jakarta capai Rp11 juta/m2
A
A
A
Sindonews.com - Pertumbuhan properti Jakarta kian menggeliat. Tidak hanya dari sektor residensial, properti di kawasan central business distric (CBD) yang naik sebesar 11 persen.
"Kenaikan itu tidak hanya dalam bentuk bangunan atau unit perkantoran saja yang mengalami kenaikan, tetapi juga harga tanahnya yang tinggi. Tidak tanggung-tanggung, kavling di kawasan CBD mencapai sekira Rp11 juta per meter persegi," kata Direktur Svarga Properti yang bekerja sama dengan Coldwell Banker Fransiska Hendri, seperti yang dilansir propertyreport.com, Selasa (13/3/2012).
Fransiska menambahkan, permintaan atas properti pada kuartal keempat 2011 positif naik sebesar 3,03 persen dan diperkirkan akan tetap naik pada 2012.
Sekadar diketahui, pengamat properti dunia Knight Frank melakukan penelitian yang menyebutkan Jakarta merupakan kota dengan penjualan tertinggi ketiga di dunia setelah Nairobi dan Miami.
Tidak hanya itu, kenaikkan penjualan properti di Jakarta dipredikti akan menguat sekira sama dengan kuartal terakhir tahun lalu yakni sebesar 6,6 persen.
Selain itu, semakin langkanya lahan strategis yang ada di Jakarta, secara tidak langsung membuat pengembang properti mencari lahan strategis lainnya di sekitar Ibu Kota.
Direktur Coldwell Banker Commercial Kennard Symkoputra mengatakan, menambahkan properti sektor komersial di kawasan CBD di pusat Jakarta akan semakin sulit.
"Oleh sebab itu, untuk office, rata-rata pengembang akan mengincar kawasan Jakarta Selatan. Dengan fokus di jalan TB Simatupang," kata Kennard.
Kawasan CBD, lanjutnya, juga akan menjadi perangsang pertumbuhan properti komersial di kawasan tersebut. "Diprediksi akan menjadi kawasan untuk perkantoran seperti perusahaan telekomunikasi, IT, konsultasi, dan finansial," paparnya.
Agar diketahui, sepanjang jalan raya TB Simatupang sudah dihuni oleh beberapa gedung perkantoran. Tidak hanya perkantoran saja, kawasan holistik serupa superblok pun bakal mengisi kavling-kavling yang tengah digarap beberapa pengembang sejak tahun lalu.
"Kenaikan itu tidak hanya dalam bentuk bangunan atau unit perkantoran saja yang mengalami kenaikan, tetapi juga harga tanahnya yang tinggi. Tidak tanggung-tanggung, kavling di kawasan CBD mencapai sekira Rp11 juta per meter persegi," kata Direktur Svarga Properti yang bekerja sama dengan Coldwell Banker Fransiska Hendri, seperti yang dilansir propertyreport.com, Selasa (13/3/2012).
Fransiska menambahkan, permintaan atas properti pada kuartal keempat 2011 positif naik sebesar 3,03 persen dan diperkirkan akan tetap naik pada 2012.
Sekadar diketahui, pengamat properti dunia Knight Frank melakukan penelitian yang menyebutkan Jakarta merupakan kota dengan penjualan tertinggi ketiga di dunia setelah Nairobi dan Miami.
Tidak hanya itu, kenaikkan penjualan properti di Jakarta dipredikti akan menguat sekira sama dengan kuartal terakhir tahun lalu yakni sebesar 6,6 persen.
Selain itu, semakin langkanya lahan strategis yang ada di Jakarta, secara tidak langsung membuat pengembang properti mencari lahan strategis lainnya di sekitar Ibu Kota.
Direktur Coldwell Banker Commercial Kennard Symkoputra mengatakan, menambahkan properti sektor komersial di kawasan CBD di pusat Jakarta akan semakin sulit.
"Oleh sebab itu, untuk office, rata-rata pengembang akan mengincar kawasan Jakarta Selatan. Dengan fokus di jalan TB Simatupang," kata Kennard.
Kawasan CBD, lanjutnya, juga akan menjadi perangsang pertumbuhan properti komersial di kawasan tersebut. "Diprediksi akan menjadi kawasan untuk perkantoran seperti perusahaan telekomunikasi, IT, konsultasi, dan finansial," paparnya.
Agar diketahui, sepanjang jalan raya TB Simatupang sudah dihuni oleh beberapa gedung perkantoran. Tidak hanya perkantoran saja, kawasan holistik serupa superblok pun bakal mengisi kavling-kavling yang tengah digarap beberapa pengembang sejak tahun lalu.
()