4.500 sertifikasi tanah gratis untuk pelaku UMKM

Rabu, 14 Maret 2012 - 06:19 WIB
4.500 sertifikasi tanah...
4.500 sertifikasi tanah gratis untuk pelaku UMKM
A A A
Sindonews.com - Kabupaten Pasuruan menjadi pelopor program Reforma Agraria di Jawa Timur (Jatim) dengan diserahkannya 4.500 sertifikasi hak atas tanah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program sertifikasi massal ini khusus diperuntukkan bagi para pelaku Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM), petani dan peternak serta nelayan. Program reforma agraria ini diharapkan bisa memberikan tambahan modal bagi kegiatan ekonomi keluarga.

"Sertifikasi tanah ini diharapkan menjadi akses reforma agraria untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sertifikat hak atas tanah ini bisa diagunkan untuk kepentingan penambahan modal usaha," kata Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim, Doddy Imron Cholid, seusai penyerahan sertifikat hak atas tanah di Koperasi Peternak Setia Kawan, Nongkojajar di Kabupaten Pasuruan.

Menurut Doddy, program reforma agraria untuk pelaku UMKM yang pertama di Jatim ini merupakan hasil kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dan Pemprov Jatim. Dengan program ini, pengajuan kredit modal usaha bisa diberikan bank yang ditunjuk dengan bunga yang rendah.

"Dinas-dinas terkait harus mengawal pengajuan kredit pelaku UMKM. BI atau bank yang ditunjuk akan memberikan bunga rendah dengan agunan sertifikat hak atas tanah tersebut. Dengan demikian, kredit yang dikucurkan bisa digunakan untuk pengembangan usaha atau modal kerja," tandasnya.

Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf menandaskan, masyarakat yang mendapatkan sertifikat hak atas tanah bisa memperoleh nilai tambah secara ekonomis. Sertifikat tanah yang diperoleh secara gratis tersebut bisa menjadi agunan mendapatkan kredit dari perbankan yang telah ditunjuk.

"Sektor UMKM memberikan kontribusi paling besar bagi pertumbuhan ekonomi di Jatim yakni sebesar 54 persen. Jika sektor UMKM ini terus berkembang, akan semakin mendongkrak tumbuhnya perekonomian di Jatim dan perekonomian nasional," kata Gus Ipul, panggilan akrabnya.

Berdasar catatan BPN Jatim, lanjut Gus Ipul, luasan bidang tanah yang belum disertifikasi mencapai 65 persen. Jumlah terbesar didominasi masyarakat kelas menengah kebawah. Dengan program reforma agraria yang memungut biaya murah bahkan gratis, diharapkan bisa membantu mewujudkan cita-cita menjadikan Jatim sebagai provinsi terbaik di Indonesia. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
3 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved