Investasi Batu naik, pengangguran masih tinggi

Selasa, 17 April 2012 - 10:34 WIB
Investasi Batu naik,...
Investasi Batu naik, pengangguran masih tinggi
A A A
Sindonews.com - Tingginya investasi yang masuk ke Kota Batu dalam lima tahun terakhir ternyata belum banyak mengurangi angka pengangguran.

Saat ini, jumlah pengangguran di Kota Apel itu mencapai 5.586 jiwa. Bahkan jumlahnya diprediksi akan bertambah 40 persen karena sebentar lagi ada tamatan SMA,MA dan SMK. Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Batu Sufiatmoko menyatakan, pada 2011 lalu, hanya ada 168 warga Kota Batu yang diterima bekerja di beberapa perusahaan yang baru membuka usaha di Kota Batu.

”Investasi yang masuk ke Kota Batu memang besar.Tapi kondisinya berbanding terbalik dengan fakta yang ada.Jumlah pengangguran yang terserap ke lapangan pekerjaan baru itu masih minim,”jelasnya. Investor yang bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata kebanyakan memilih jasa tenaga kerja tidak tetap (freelancer). Perusahaan baru akan memanggil pekerja saat kunjungan tamu hotel dan tempat wisata padat. Ketika tamu sepi, tenaga kerja lepas akan dirumahkan.

Hal lain yang menyebabkan penyerapan tenaga kerja di Kota Batu minim karena selama ini kesadaran masyarakat dalam hal mencari kartu kuning masih rendah. Dari 5.586 pengangguran, yang memiliki kartu kuning baru 384 orang saja. Jadi setiap ada lowongan pekerjaan di dalam dan luar kota,hanya mereka yang memiliki kartu kuning saja yang dihubungi pemerintah untuk melamar pekerjaan itu. ”Upaya kita setiap tahun selalu membuat event job market fair. Lalu terus berkomunikasi dengan Disnaker Provinsi termasuk kepada perusahaan relasi pemerintah,” tandasnya.

Berdasarkan data Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Batu dalam tiga bulan terakhir, nilai investasinya mencapai Rp110 miliar. Menurut Kepala KPPT Syamsul Bachri, masuknya investasi ini ditandai dengan tingginya pengajuan perizinan usaha yang dilakukan masyarakat. Sejak Januari-Maret, KPPT mencatat 499 orang yang mengajukan izin usaha. Ketua Komisi C DPRD Agus Hariyanto mengatakan, Pemkot harus merivisi setiap kebijakan yang dibuat untuk para investor jika penyerapan tenaga kerjanya masih minim.

”Kalau investasi yang masuk tinggi, harusnya penyerapan tenaga kerjanya tinggi pula.Kalau penyerapan tenaga kerja rendah, lalu karyawan yang bekerja di beberapa tempat usaha di Kota Batu itu berasal dari mana?” tanya Agus Harianto.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
5 menit yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
12 menit yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
1 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
1 jam yang lalu
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
1 jam yang lalu
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
2 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved