Kalah bersaing, produk pertanian masih harus impor

Rabu, 18 April 2012 - 17:46 WIB
Kalah bersaing, produk...
Kalah bersaing, produk pertanian masih harus impor
A A A
Sindonews.com – Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Zaenal Bachruddin mengakui bahwa saat ini kenapa masih impor produk pertanian, karena Indonesia memang masih kalah jauh bersaing dengan Negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Australia, Thailand dan sebagainya.

“Salah satu penyebabnya adalah tidak mampu berkompetisi di pasar internasional, juga karena kalah jauh dalam aplikasi high teknologi pertanian,” ungkap Prof Zaenal Bachruddin kepada wartawan, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/4/2012).

Menurut Prof Zaenal Bachruddin, aplikasi high teknologi pertanian kita hanya berkisar 13 persen. Padahal seperti halnya Malaysia mencapai 53 persen, RR China capai 52 persen, Taiwan 43 persen.

“Karena itu, sekarang ini kami sedang ,mendorong agar aplikasi high teknologi di sector pertanian bisa meningkat,” tandasnya.

Selain meningkatkan high teknologi pertanian, menurut Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian saat ini sedang mengembangkan kebijakan usaha dan investasi pertanian, diantaranya adalah pengembangan usaha pertanian berbasis kemitraan dan kewirausahaan.

“Tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan promosi produk pertanian di tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof Zaenal Bachruddin mengemukakan bahwa Indonesia akan menjadi New Agroindustrial Country 2014. Alasannya, karena Indonesia memiliki tenaga kerja di sektor pertanian yang sangat besar, sekitar 40 juta jiwa, yang bias menopang agroindustri.

“Selain itu, permintaan produk agroindustri meningkat sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dunia. Produknya memiliki nilai tambah dan pangsa pasar yang besar,” jelasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
23 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
34 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved