Disperindag waspadai peredaran produk impor ilegal

Selasa, 24 April 2012 - 17:00 WIB
Disperindag waspadai...
Disperindag waspadai peredaran produk impor ilegal
A A A
Sindonews.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat (Jabar) mengkhawatirkan produk impor ilegal yang diperkirakan beredar luas di Jabar.

Kepala Disperindag Jabar Ferry Sofwan Arief mengakui, ada sebagian produk olahan makanan dan pakaian yang tidak memiliki label makanan luar (ML), halal, dan terjemahan bahasa Indonesia. Dia khawatir, produk tersebut adalah produk ilegal.

"Pasti, kami mengkhawatirkan peredaran produk tersebut. Apakah itu barang legal atau ilegal. Kalau produk ilegal, mestinya ada izin BP POM dan label lainnya," jelas Ferry Sofwan Arief ketika dikonfirmasi, di Bandung, Selasa (24/4/2012).

Selain itu, lanjut dia, produk tersebut dijual dengan harga cukup murah. Hal itu juga yang menimbulkan kekhawatiran Disperindag Jabar. Jangan sampai, produk tersebut mengancam produk lokal akibat selisih harga yang terlalu tinggi. "Kalau peredaran produk tersebut tidak ditahan, kasihan pelaku industri lokal. Apalagi, mereka menjual dengan harga lebih murah," jelas Ferry.

Menurutnya, produk yang diduga ilegal sebagian besar produk-produk kecil. Hal itu diperkirakan untuk menghindari pengawasan pihak berwenang, dalam hal ini bea cukai.

Diakui dia, Disperindag Jabar, telah beberapa kali melaporkan hal itu kepada pemerintah pusat. Terutama produk makanan tanpa bahasa Indonesia dan label halal. Pihaknya meminta, pemerintah lebih proaktif melakukan pengawasan terhadap peredarannya, serta memperketat masuknya produk ilegal melalui sejumlah pelabuhan.

"Ini kan harus ditelusuri dari mana masuknya. Bisa jadi, pengawasan di pulau Jawa cukup ketat, tapi mungkin di pintu masuk lainnya longgar," jelas dia.

Namun demikian, Disperindag mengakui, pengawasan terhadap produk ilegal tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah saja. Perlu ada dukungan masyarakat, dengan cara melaporkan kepada dinas terkait, apabila menemukan produk mencurigakan.

"Masyarakat pun harus waspada. Produk ilegal belum terjamin kualitas bahan bakunya. Apakah halal dan sehat. Jangan sampai, karena harganya lebih murah, masyarakat memilih produk tersebut," imbuh dia. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
31 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
31 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
45 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
51 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved