Dahlan lepas tangan urusan saham Garuda
Kamis, 26 April 2012 - 16:52 WIB
Dahlan lepas tangan urusan saham Garuda
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan, tidak akan mencampuri lagi urusan penjualan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Bahkan dia juga tidak akan mau walapun hanya memberikan dorongan untuk dijual dilevel tertentu.
"Tidak ada instruksi untuk itu (menjual harga saham Garuda di level Rp620). Saya tidak mau ikut campur lagi supaya korporasi itu independen, dan tidak merasa ditekan atau dipengaruhi," ujar Dahlan di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (26/4/2012).
Dia menyatakan, jika saham Garuda tidak dijual secepatnya, maka tiga sekuritas BUMN tersebut yaitu Bahana Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas akan merugi dan bisa bangkrut. Karena untuk menyerap saham Garuda, ketiga sekuritas BUMN itu menggunakan dana dari bank.
"Karena uang diambil dari pinjaman dan harus bayar bunga, jadi semakin lama ketiga perusahaan tersebut memegang saham Garuda maka akan semakin menderita perusahaan tersebut. Oleh karena itu saya bilang segera lepaskan saham itu, atau bisa mengalami kesulitan yang sangat besar," pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, saham Garuda sendiri akan di lepas di harga Rp620. Jika ini dilakukan, harga ini sekitar 17,33 persen lebih murah dari harga perdana sebesar Rp750 per lembar. Jika hal ini dibiarkan, maka negara melalui ketiga BUMN (BS, DS dan MS) berpotensi dirugikan sebesar Rp351 miliar.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan jika pemegang saham PT Garuda Indonesia (GIAA) harus berhati-hati dalam memberikan pernyataan terkait dengan harga saham maskapai penerbangan tersebut.
"Garuda adalah sudah menjadi saham publik. Pemegang saham harus hati-hati karena statement dari pemegang saham sangat mempengaruhi nilai pasar. Ini yang saya kira harus diperhatikan oleh para pemegang saham, dalam hal ini Kementerian BUMN," ucapnya. (ank)
"Tidak ada instruksi untuk itu (menjual harga saham Garuda di level Rp620). Saya tidak mau ikut campur lagi supaya korporasi itu independen, dan tidak merasa ditekan atau dipengaruhi," ujar Dahlan di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (26/4/2012).
Dia menyatakan, jika saham Garuda tidak dijual secepatnya, maka tiga sekuritas BUMN tersebut yaitu Bahana Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas akan merugi dan bisa bangkrut. Karena untuk menyerap saham Garuda, ketiga sekuritas BUMN itu menggunakan dana dari bank.
"Karena uang diambil dari pinjaman dan harus bayar bunga, jadi semakin lama ketiga perusahaan tersebut memegang saham Garuda maka akan semakin menderita perusahaan tersebut. Oleh karena itu saya bilang segera lepaskan saham itu, atau bisa mengalami kesulitan yang sangat besar," pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, saham Garuda sendiri akan di lepas di harga Rp620. Jika ini dilakukan, harga ini sekitar 17,33 persen lebih murah dari harga perdana sebesar Rp750 per lembar. Jika hal ini dibiarkan, maka negara melalui ketiga BUMN (BS, DS dan MS) berpotensi dirugikan sebesar Rp351 miliar.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan jika pemegang saham PT Garuda Indonesia (GIAA) harus berhati-hati dalam memberikan pernyataan terkait dengan harga saham maskapai penerbangan tersebut.
"Garuda adalah sudah menjadi saham publik. Pemegang saham harus hati-hati karena statement dari pemegang saham sangat mempengaruhi nilai pasar. Ini yang saya kira harus diperhatikan oleh para pemegang saham, dalam hal ini Kementerian BUMN," ucapnya. (ank)
()