Krisis, National Australia Bank pangkas 1.400 pekerja

Selasa, 01 Mei 2012 - 09:20 WIB
Krisis, National Australia...
Krisis, National Australia Bank pangkas 1.400 pekerja
A A A
Sindonews.com – National Australia Bank (NAB) menyatakan akan memangkas 1.400 tenaga kerja di Inggris guna merestrukturisasi bisnisnya di Inggris Raya. Pemangkasan itu dilakukan NAB setelah memutuskan bahwa mereka kesulitan menjual dan memperluas bisnis perbankan Inggris dalam kondisi pasar yang tertekan serta buruknya perekonomian negara.

Pernyataan itu diumumkan di saat bank keempat terbesar Australia itu mencatat penurunan laba bersih pada periode Oktober 2011–Maret 2012 menjadi 2,5 miliar dolar Australia (USD2,14 miliar) atau turun 15,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah meninjau ulang bisnis di Inggris yang terdiri atas 335 kantor cabang Clydesdale Bank dan kantor cabang di Yorkshire, NAB akan menyelesaikan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2015 mendatang.

NAB juga akan menutup beberapa kantor cabang dan menghadapi sebagian besar eksposur dari bisnis komersial real estat sebesar 6,2 miliar pounds. Bank yang berbasis di Melbourne tersebut juga akan mengeluarkan biaya sebesar 456 juta pounds guna merampingkan unit Inggris. Selain itu, NAB akan mentransfer dana sebesar 6,2 miliar pounds untuk portofolio komersial.

Di bagian lain,NAB juga telah menyelesaikan kajian strategis aset Inggris untuk beradaptasi dengan lemahnya kondisi ekonomi negara tersebut. Nantinya,bisnis NAB akan difokuskan pada pinjaman usaha ritel kecil di Skotlandia dan Inggris utara. Chief Executive Officer (CEO) NAB Cameron Clyne mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan karena pemulihan di wilayah itu saat ini dianggap sebagai prospek jangka panjang.

“Dalam setengah tahun terakhir telah terjadi penurunan yang signifikan pada prospek pertumbuhan ekonomi Inggris, sebagian mencerminkan hambatan terhadap pemulihan dari kelemahan di zona euro,” ungkapnya dalam pernyataan resmi dikutip AFP kemarin.

Dia menambahkan, pasar properti komersial yang sebelumnya mengalami tandatanda pemulihan baru-baru ini mengalami penurunan ganda seiring pemulihan perbankan dengan mempercepat pengurangan tekanan pada bisnis komersial real estat.

Menurut Clyne, hal tersebut juga telah berkontribusi terhadap penurunan aktivitas ekonomi di negeri Ratu Elizabeth. “Kami menghemat biaya tahunan NAB sekitar 116 juta dolar Australia pada 2015 mendatang,” paparnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
53 menit yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
1 jam yang lalu
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
1 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved