Kebijakan ekonomi RI belum nasionalis

Selasa, 01 Mei 2012 - 11:51 WIB
Kebijakan ekonomi RI...
Kebijakan ekonomi RI belum nasionalis
A A A


Sindonews.com - Ketua Dewan Pakar DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Hary Tanoesoedibjo hadir menjadi penceramah dalam sesi seminar di arena Muktamar XV Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Madinatul Hujjaj, Asrama Haji, Medan, Selasa (1/5/2012).

Hary menyampaikan ceramahnya berduet dengan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edi di hadapan kader IMM se Indonesia itu. "Banyak hal yang sebenarnya bisa diangkat menjadi topik pemikiran untuk perubahan bangsa. Misalnya soal kebijakan ekonomi Indonesia, yang maaf, menurut saya kurang nasionalis," katanya disambut tepuk tangan sekitar 500 mahasiwa kader IMM.

Menurut Hary, industri yang berkembang bukannya kemudian didorong untuk menjadi besar, profesional dan global player sehingga menjadi kebanggan Indonesia. Padahal itu terjadi di negara lain. Misalnya Malaysia yang mengambil Exelcom menjadi XL Axiata dan Bank Niaga yang kemudian diubah menjadi CIMB Niaga. Singapura mau mengambil Telkomsel. "Korea ada dimana-mana dengan Samsung dan Hyundai. China apalagi. Saat ini China merupakan penyuplai terbesar alat teknologi komunikasi di dunia," bebernya.

Dia mengatakan, Indonesia, dengan kebijakan ekonomi seperti sekarang ini, sulit menciptakan pemain global yang bisa dibanggakan. Karena begitu industri tumbuh, diciptakan kompetisi lantas kemudian dijual ke investor asing. "Jadi asing yang besar di sini. Bukan kita yang besar di luar negeri. Jadi, banyak sekali yang harus diubah," bebernya.

Substansinya, kata Hary dalam ceramahnya, dia ingin menggugah IMM sebagai organisasi strategis, berisi generasi penerus dan kader masa depan Indonesia. Mengingat, apa hanya sekitar 8 persen masyarakat kita yang mengenyam pendidikan akademik dan universitas. Sedangkan 92 persen berpendidikan SMA ke bawah.

"Jadi, kita termasuk kategori elit di negeri ini. Maka kita harus tergugah dan mau berbuat untuk memperbaiki keadaan bangsa saat ini," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
45 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved