Isu BBM giring inflasi Denpasar tembus 0,25%
Selasa, 01 Mei 2012 - 16:01 WIB
Isu BBM giring inflasi Denpasar tembus 0,25%
A
A
A
Sindonews.com - Selama bulan April berbagai gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat di Denpasar, Bali akibat isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turut memacu terjadinya inflasi yang mencapai 0,25 persen.
"Inflasi 0,25 persen di Denpasar terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok barang dan jasa," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali I Gede Suarsa dalam keterangan resminya, Selasa (1/5/2012).
Data tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan pemantauan di dua pasar terbesar di Denpasar yakni Pasar Badung di Jalan Gajah Mada dan Pasar Kreneng di Jalan Kamboja.
Sedangkan laju inflasi tahun kalender dari bulan Januari sampai April sebesar 2,26 persen. Diantara pemicu inflasi adalah kelompok bahan makanan 0,21 persen, kelompok makanan jadi dan rokok sebesar 0,70 persen.
Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan April seperti Bawang Putih, cabe rawit, daging ayam ras rokok kretek dan sewa rumah.
Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabe merah, kacang panjang, telur ayam, beras pepaya, sawi hijau dan emas perhiasan.
Inflasi yang terjadi di Denpasar menempati urutan ke-27 dari 52 kota yang mengalami inflasi. Pangkal Pinang mengalami inflasi tertinggi mencapai 1,76 persen sedangkan terendah terjadi di Bengkulu sebesar 0,03 persen.
Suarsa menambahkan, terjadinya kenaikan harga-harga kebutuhan pokok itu juga tak lepas dari psikologis pasar tatkala pemerintah akan menaikkan harga BBM per 1 April lalu.
"Harga-harga berbagai komoditas sudah terlanjur naik, meski tidak terjadi seperti isu kenaikan harga BBM namun secara psikologis sudah mempengaruhi pasar sehingga harga barang tidak kunjung turun," kata Suarsa.
Ditambahkannya, untuk komoditas yang memberi sumbangan inflasi terbesar di kelompok bahan makanan adalah bawang putih sebesar 0,13 persen, cabe rawit 0,04 persen dan daging ayam rasa 0,04 persen.
Selain itu, untuk indeks kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga, pada bulan April lalu sebesar 114,91 persen dan bulan sebelumnya 114,69 persen sehingga mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.
"Inflasi 0,25 persen di Denpasar terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok barang dan jasa," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali I Gede Suarsa dalam keterangan resminya, Selasa (1/5/2012).
Data tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan pemantauan di dua pasar terbesar di Denpasar yakni Pasar Badung di Jalan Gajah Mada dan Pasar Kreneng di Jalan Kamboja.
Sedangkan laju inflasi tahun kalender dari bulan Januari sampai April sebesar 2,26 persen. Diantara pemicu inflasi adalah kelompok bahan makanan 0,21 persen, kelompok makanan jadi dan rokok sebesar 0,70 persen.
Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan April seperti Bawang Putih, cabe rawit, daging ayam ras rokok kretek dan sewa rumah.
Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabe merah, kacang panjang, telur ayam, beras pepaya, sawi hijau dan emas perhiasan.
Inflasi yang terjadi di Denpasar menempati urutan ke-27 dari 52 kota yang mengalami inflasi. Pangkal Pinang mengalami inflasi tertinggi mencapai 1,76 persen sedangkan terendah terjadi di Bengkulu sebesar 0,03 persen.
Suarsa menambahkan, terjadinya kenaikan harga-harga kebutuhan pokok itu juga tak lepas dari psikologis pasar tatkala pemerintah akan menaikkan harga BBM per 1 April lalu.
"Harga-harga berbagai komoditas sudah terlanjur naik, meski tidak terjadi seperti isu kenaikan harga BBM namun secara psikologis sudah mempengaruhi pasar sehingga harga barang tidak kunjung turun," kata Suarsa.
Ditambahkannya, untuk komoditas yang memberi sumbangan inflasi terbesar di kelompok bahan makanan adalah bawang putih sebesar 0,13 persen, cabe rawit 0,04 persen dan daging ayam rasa 0,04 persen.
Selain itu, untuk indeks kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga, pada bulan April lalu sebesar 114,91 persen dan bulan sebelumnya 114,69 persen sehingga mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.
()