Pemerintah siapkan program khusus industri kreatif

Selasa, 08 Mei 2012 - 18:40 WIB
Pemerintah siapkan program...
Pemerintah siapkan program khusus industri kreatif
A A A
Sindonews.com - Dirjen Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, I Gede Pitana menyatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun program baru bagi industri kreatif.

"Di kami ada bidang khusus yang menangani industri kreatif, sebagai sarana untuk kerja sama dan memfasilitasi mereka," kata Gede, usai membuka Asia Tourism Forum 2012 di Gedung Merdeka, Bandung, Selasa (8/5/2012).

Sarana atau program baru tersebut tugasnya membuka akses modal maupun pembinaan bagi industri kreatif. Selama ini, pekerja kreatif cenderung kekurangan modal karena kegiatannya tidak bankable (sulit dapat modal dari bank).

"Industri kreatif sulit karena tidak kelihatan. Modal dasar industri kreatif ada di otak masing-masing. Itu sulit diukur bank. Ekonomi kreatif cirinya tingginya value edit," terang Gede.

Supaya industri kreatif jadi bankable, kata dia, pelaku industri tersebut akan dibina hingga mendapat rekomendasi dengan dinas terkait untuk bisa mendapat bantuan lunak tanpa agunan. "Nanti akan ada yang menjamin, bisa oleh pemerintah dan bisa oleh lembaga tertentu," katanya.

Namun, saat ini program baru tersebut belum bisa jalan. Sebagai sektor baru, lanjutnya, masih memiliki sejumlah kelemahan terutama tidak adanya data yang pasti mengenai industri kreatif di Indonesia.

"Misalnya pemain film pekerja kreatif bukan? Orang yang bikin sepatu di Cibaduyut kreatif bukan? Tukang masak di Dago? Kita masih berdebat soal ini," paparnya.

Meski begitu, ada 15 sektor kegiatan yang termasuk ekonomi kreatif. Sebanyak 15 sektor ini menjadi prioritas bagi penerapan program baru tersebut. Di antaranya sektor film, kuliner, dan fashion.

Menghadapi kendala data, pemerintah juga masih harus menyusun database industri kreatif. Untuk itu, diperlukan kerja sama dengan provinsi, kota dan kabupaten sebagai pihak yang memiliki kewenangan. "Kita hanya fasilitasi, regulasi dan standardisasi," terangnya.

Menurutnya, program tersebut harus digarap step by step. "Paling tidak tahun ini dua atau tiga sektor untuk roadmapnya," pungkasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
5 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
6 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
7 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
8 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
8 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
8 jam yang lalu
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved