Maskapai BUMN tidak akan beli Sukhoi Superjet100

Jum'at, 11 Mei 2012 - 17:36 WIB
Maskapai BUMN tidak...
Maskapai BUMN tidak akan beli Sukhoi Superjet100
A A A
Sindonews.com - Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan menyatakan pesawat jenis jet Sukhoi Superjet100 memang sangat diminati oleh perusahaan penerbangan di Indonesia. Pasalnya, dilihat dari letak geografis, pesawat dengan kapasitas 100 seat tersebut, sangat cocok.

"Mengapa para perusahaan penerbangan ini ingin membeli pesawat kelas ini. Hal ini dianggap Sukhoi sangat cocok bagi Indonesia yang negara kepulauan dengan jarak tempuh pendek, misalnya, di Surabaya-Yogya, Yogya-Bandung maupun Surabaya-Banjarmasin. Sehingga cocok untuk mengganti pesawat baling-baling," ujar Dahlan saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (11/5/2012).

Selain itu, Dahlan menuturkan penggunaan pesawat itu sangatlah efisien dan efektif dibandingkan dengan pesawat dengan kapasitas terlalu besar, apalagi untuk jarak pendek.

Dua perusahaan penerbangan plat merah sebelumnya memang berencana untuk menambah armada sejenis itu. Namun, Dahlan memastikan, baik itu Garuda ataupun Merpati tidak akan membeli pesawat asal Rusia tersebut.

"Pesawat jenis 100 seat memang sangat diperlukan sekarang ini. Karena itu banyak perusaahan penerbangan yang memproduksi 100 seat. Tapi BUMN dalam hal ini Garuda dan Merpati sudah tidak akan beli lagi. Karena sudah beli," jelasnya.

Dahlan mengatakan, Garuda akan membeli 15 pesawat dari Kanada. Pembelian itu sudah sampai pada tahap tandatangan, sehingga tidak mungkin akan membeli Sukhoi. "Garuda itu sudah membeli pesawat seperti itu (Sukhoi) dari Kanada, jadi tidak mungkin lagi membeli Sukhoi karena sudah membeli 15. Itu kan sudah cukup," tambahnya.

"Merpati juga ingin membeli pesawat sejenis itu, tetapi Merpati incar yang dari Tiongkok. Kenapa dari Tiongkok? karena akan dikaitkan dengan offside 40 persen dari PT DI," lanjut Dahlan. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved