Megaproyek Aeropolis investasi menguntungkan di kawasan Bandara
Selasa, 22 Mei 2012 - 15:58 WIB
Megaproyek Aeropolis investasi menguntungkan di kawasan Bandara
A
A
A
Sindonews.com - Kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta kini makin dilirik dalam investasi properti seiring dengan semakin tingginya nilai keekonomian kawasan tersebut. Salah satu pelaku bisnis yang melihat peluang emas ini ialah PT Intiland Development Tbk (Intiland) melalui anak perusahaan, PT Perkasa Sari Permai.
Pengembang properti ini membangun sebuah kawasan mix-used Aeropolis yang di dalamnya terintegrasi beberapa sektor properti, seperti hunian (apartemen), komersial (perkantoran), hotel, serta lifestyle mal atau ritel.
"Untuk proyek Aeropolis tahap pertama seluas 14 hektare, total nilai penjualan (revenue) yang kami prediksi sekira Rp1 triliun," kata Direktur PT Perkasa Sari Permai Didik Riyanto di sela-sela konferensi pers Aeropolis, di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Selasa (22/5/2012).
Menurutnya, proyek apartemen Aeropolis Residence sudah terjual 1.000 unit dari total 1.194 unit yang tersedia. Dengan harga pasaran mulai Rp110 jutaan, dan tipe apartemen berukuran 11 m2 dan 25-28 m2.
"Ini membuktikan animo dan kebutuhan masyarakat, terutama komunitas bandara terhadap fasilitas hunian yang memadai dan lengkap sangat tinggi. Konsumen tidak hanya dari investor saja, tapi juga kebanyakan end user," imbuhnya.
“Karena dari survei yang kami lakukan, harga kos-kosan di sekitar sini rata-rata Rp1,1-1,5 juta per bulan, sementara untuk apartemen kami bisa dicicil dengan harga Rp1,1 juta, dan tenor 10 tahun. Sudah pasti banyak yang memilih di sini karena nilai investasinya pun akan terus naik," papar Didik.
Selain Aeropolis Residence, lanjutnya, akan dibangun Aeropolis Commercial Park, yakni sebuah fasilitas perkantoran dan toko strata title di lahan seluas 5,3 ha pada akhir bulan ini dan mulai dipasarkan pada 27 Mei 2012.
"Perkantoran yang kami sediakan di sini harganya mulai Rp500 jutaan, dengan ukuran mulai 30-80 m2. Sementara untuk toko, ada 98 unit dengan harga Rp500 jutaan juga. Ini akan sangat menguntungkan bagi pebisnis yang punya usaha miliaran, tapi cukup menyewa dengan harga segitu kan," pungkasnya.
Menurutnya, proyek Aeropolis juga tidak akan bersaing dengan pengembangan di dalam bandara Soekarno Hatta yang sedang dibangun saat ini, tapi akan saling melengkapi, misalnya, untuk brand yang akan tersedia di lifestyle mal atau ritel di Aeropolis, akan berbeda dengan yang ada di dalam bandara.
Pengembang properti ini membangun sebuah kawasan mix-used Aeropolis yang di dalamnya terintegrasi beberapa sektor properti, seperti hunian (apartemen), komersial (perkantoran), hotel, serta lifestyle mal atau ritel.
"Untuk proyek Aeropolis tahap pertama seluas 14 hektare, total nilai penjualan (revenue) yang kami prediksi sekira Rp1 triliun," kata Direktur PT Perkasa Sari Permai Didik Riyanto di sela-sela konferensi pers Aeropolis, di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Selasa (22/5/2012).
Menurutnya, proyek apartemen Aeropolis Residence sudah terjual 1.000 unit dari total 1.194 unit yang tersedia. Dengan harga pasaran mulai Rp110 jutaan, dan tipe apartemen berukuran 11 m2 dan 25-28 m2.
"Ini membuktikan animo dan kebutuhan masyarakat, terutama komunitas bandara terhadap fasilitas hunian yang memadai dan lengkap sangat tinggi. Konsumen tidak hanya dari investor saja, tapi juga kebanyakan end user," imbuhnya.
“Karena dari survei yang kami lakukan, harga kos-kosan di sekitar sini rata-rata Rp1,1-1,5 juta per bulan, sementara untuk apartemen kami bisa dicicil dengan harga Rp1,1 juta, dan tenor 10 tahun. Sudah pasti banyak yang memilih di sini karena nilai investasinya pun akan terus naik," papar Didik.
Selain Aeropolis Residence, lanjutnya, akan dibangun Aeropolis Commercial Park, yakni sebuah fasilitas perkantoran dan toko strata title di lahan seluas 5,3 ha pada akhir bulan ini dan mulai dipasarkan pada 27 Mei 2012.
"Perkantoran yang kami sediakan di sini harganya mulai Rp500 jutaan, dengan ukuran mulai 30-80 m2. Sementara untuk toko, ada 98 unit dengan harga Rp500 jutaan juga. Ini akan sangat menguntungkan bagi pebisnis yang punya usaha miliaran, tapi cukup menyewa dengan harga segitu kan," pungkasnya.
Menurutnya, proyek Aeropolis juga tidak akan bersaing dengan pengembangan di dalam bandara Soekarno Hatta yang sedang dibangun saat ini, tapi akan saling melengkapi, misalnya, untuk brand yang akan tersedia di lifestyle mal atau ritel di Aeropolis, akan berbeda dengan yang ada di dalam bandara.
()