Desentralisasi migas jadi sumber konflik

Jum'at, 25 Mei 2012 - 12:05 WIB
Desentralisasi migas...
Desentralisasi migas jadi sumber konflik
A A A
Sindonews.com - Isu liberalisasi minyak dan gas bumi sontak menjadi pembahasan yang sangat hangat diperbicangkan belakangan ini. Seiring dengan beberapa kebijakan energi yang dianggap menuju ke arah sana dan paradigma yang sudah terkunci di masyarakat.

Kepala Divisi Humas, Security dan Formalitas, BP Migas Gde Pradnyana mengatakan bahwa isu ini berawal dengan semangat desentralisasi pada masa lalu.

"Isu liberalisasi sejalan dengan isu desentralisasi. Jadi otonomi yang terjadi memang andil persoalan minyak dan gas sudah harus dari daerah juga," ujar Gde dalam paparannya pada diskusi "Media Talk with BP Migas-Pameran IPA ke 36" di, JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (25/5/2012).

Dia menuturkan, sejauh ini pemerintah pusat sudah tersedia kewenangan untu melakukan penekanan terhadap pemerintah daerah. Walaupun dia mengakui, kesan yang terlihat pemerintah pusat takut.

"Pemerintah pusat takut untuk menekan terlalu jauh ke Pemda. Apalagi soal migas. Memang terlihat takut kepada Pemda jadinya," jelas Gde.

Desentralisasi, Gde mengatakan, juga berpengaruh terhadap gejolak sosial yang terjadi. Tidak ada pertimbangan yang matang bagi Pemda untuk negosiasi dengan investor dan sekalipun meredam konflik yang terjadi di masyarakat.

"Paradigmanya kalau dulu, lobby satu orang kan selesai, tapi sekarang susah. Karena sekarang susah, gejolak sosial yang terjadi lebih besar, seperti memblok ataupun menghalang. Nah, itu juga enggak diselesaikan," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
12 menit yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
1 jam yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
2 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved