Nigeria pererat kerjasama bisnis dengan RI
Minggu, 27 Mei 2012 - 16:42 WIB
Nigeria pererat kerjasama bisnis dengan RI
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Presiden Republik Nigeria Olesogun Obasanjo yang bertindak sebagai perwakilan bisnis dari pemerintah Nigeria hari ini tiba di Jakarta, Indonesia. Dalam lawatannya selama dua hari Obasanjo akan memulai serangkaian proses kesepakatan kerjasama antara Indonesia dan grup bisnis di Nigeria.
“Kunjungan Mr. Obasanjo sangat penting dan positif karena terkait dengan keuntungan jangka panjang yang ditawarkan pihak Indonesia kepada kami akhir tahun lalu. Kami percaya bahwa kedua belah pihak akan saling melengkapi satu sama lain sebagai kemitraan strategis antara pelaku bisnis dari kedua negara yang seharusnya sudah dimulai sejak dulu, dimana hal tersebut akan membawa pengaruh besar bagi Indonesia dan Nigeria,” ucap seorang pengusaha terkemuka Nigeria Ladi Delano, dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (27/5/2012).
Seperti halnya Indonesia di Asia, Nigeria juga merupakan salah satu negara terluas, terkaya yang kemajuan ekonominya paling pesat di Afrika. Menurut Delano, kedua Negara akan muncul sebagai kekuatan ekonomi baru ketika seluruh dunia tengah bergulat dengan krisis ekonomi. Hal ini tak hanya bermanfaat bagi kedua negara raksasa ini, namun juga akan menjadi salah satu yang menginspirasi negara-negara Asia dan Afrika lainnya untuk mengikuti jejak tersebut.
“Kami harap momen ini akan menjadi sejarah yang berulang. Indonesia pernah menjadi tempat dimana Asia dan Afrika pernah bersama-sama mengucapkan sumpah untuk memperjuangkan semangat kemandirian, kerjasama serta pembangunan ekonomi dan sosial,” tambah Delano sembari mengingatkan pada sejarah Konferensi Asia Afrika yang pernah diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat pada tahun 1955.
Sebagai informasi dalam lawatannya Obasanjo dijadwalkan akan berkunjung ke sejumlah daerah perkebunan di Sumatera, yang akan diikuti dengan diskusi komprehensif dengan sejumlah operator pertambangan dan batubara di Kalimantan. Diskusi tersebut akan diselenggarakan di kawasan pertambangan Kaltim Prima Coal (KPC), di Sangatta, Kalimantan Timur.
Kunjungan ini juga sekaligus sebagai balasan atas lawatan yang telah dilakukan pengusaha Indonesia pimpinan Indra Bakrie dari Grup Bakrie pada akhir Desember 2011. Selanjutnya mantan Presiden Nigeria ini akan berkunjung ke beberapa tempat seni manufaktur di Jawa dengan ditemani delegasi pengusaha Indonesia. (ank)
“Kunjungan Mr. Obasanjo sangat penting dan positif karena terkait dengan keuntungan jangka panjang yang ditawarkan pihak Indonesia kepada kami akhir tahun lalu. Kami percaya bahwa kedua belah pihak akan saling melengkapi satu sama lain sebagai kemitraan strategis antara pelaku bisnis dari kedua negara yang seharusnya sudah dimulai sejak dulu, dimana hal tersebut akan membawa pengaruh besar bagi Indonesia dan Nigeria,” ucap seorang pengusaha terkemuka Nigeria Ladi Delano, dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (27/5/2012).
Seperti halnya Indonesia di Asia, Nigeria juga merupakan salah satu negara terluas, terkaya yang kemajuan ekonominya paling pesat di Afrika. Menurut Delano, kedua Negara akan muncul sebagai kekuatan ekonomi baru ketika seluruh dunia tengah bergulat dengan krisis ekonomi. Hal ini tak hanya bermanfaat bagi kedua negara raksasa ini, namun juga akan menjadi salah satu yang menginspirasi negara-negara Asia dan Afrika lainnya untuk mengikuti jejak tersebut.
“Kami harap momen ini akan menjadi sejarah yang berulang. Indonesia pernah menjadi tempat dimana Asia dan Afrika pernah bersama-sama mengucapkan sumpah untuk memperjuangkan semangat kemandirian, kerjasama serta pembangunan ekonomi dan sosial,” tambah Delano sembari mengingatkan pada sejarah Konferensi Asia Afrika yang pernah diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat pada tahun 1955.
Sebagai informasi dalam lawatannya Obasanjo dijadwalkan akan berkunjung ke sejumlah daerah perkebunan di Sumatera, yang akan diikuti dengan diskusi komprehensif dengan sejumlah operator pertambangan dan batubara di Kalimantan. Diskusi tersebut akan diselenggarakan di kawasan pertambangan Kaltim Prima Coal (KPC), di Sangatta, Kalimantan Timur.
Kunjungan ini juga sekaligus sebagai balasan atas lawatan yang telah dilakukan pengusaha Indonesia pimpinan Indra Bakrie dari Grup Bakrie pada akhir Desember 2011. Selanjutnya mantan Presiden Nigeria ini akan berkunjung ke beberapa tempat seni manufaktur di Jawa dengan ditemani delegasi pengusaha Indonesia. (ank)
()