Beras Jabar masuk pasar Jateng

Selasa, 29 Mei 2012 - 10:51 WIB
Beras Jabar masuk pasar...
Beras Jabar masuk pasar Jateng
A A A
Sindonews.com – Stok beras yang melimpah selama masa panen di pasar tidak menjamin Provinsi Jateng bersih dari beras luar daerah. Beras dari Cianjur, Jawa Barat belakangan ikut mewarnai pasar di Kota Semarang.

Di Pasar Dargo yang selama ini menjadi pasar induk beras di wilayah Semarang, dua hari lalu dirambah beras dari Jabar sebanyak sembilan ton. Sebelumnya juga sudah beberapa kali masuk ke Semarang. ”Beras dari Jawa Barat itu datangnya tidak menentu, terakhir dua hari kemarin datang di Pasar Dargo sebanyak sembilan ton,” ujar Erlin, salah satu pedagang beras di Pasar Dargo Semarang, kemarin.

Beras dari Jabar itu jenisnya C4 dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan jenis yang sama dari berbagai daerah di Jateng sehingga harganya sedikit lebih mahal dibandingkan beras lokal dari Jateng. Saat ini beras C4 dari Jabar harganya mencapai Rp7.200/kilogram (kg). Sementara beras C4 dari Jateng harganya Rp6.800–6.900/kg. ”Sama-sama jenis C4, tapi yang dari Jawa Barat kualitasnya lebih bagus sehingga sebagian masyarakat memilih hasil panen dari Jawa Barat,” paparnya.

Masuknya beras dari provinsi tetangga ini tentu menjadikan persaingan beras di Jateng semakin ketat.Terlebih, beras jenis C4 selama ini merupakan produk yang selama ini paling banyak dikonsumsi masyarakat. Jumlah beras dari Jabar yang masuk ke provinsi ini cukup besar. Mengingat selain lewat Pasar Dargo, beras dari Jabar juga bisa masuk melalui pasar-pasar yang tergolong memiliki pedagang besar.

Selain beras, kini banyak komoditas ketan dari luar daerah yang masuk ke pasaran Jateng.”Kalau untuk ketan kebanyakan disuplai dari Subang, Jawa Barat.Ini karena di Jateng seperti di Wonosobo dan Kudus panen ketannya sangat sedikit,” papar Erlin. Ketan impor juga banyak yang beredar di Jateng, seperti dari Vietnam dan Thailand.Fatalnya, ketan impor justru yang paling banyak diminta pasar karena harganya lebih murah.

Ketan dari Subang harganya sekarang Rp8.500/kg,sedangkan yang didatangkan dari luar negeri hanya Rp8.000/kg. Ngadimin, pedagang beras lainnya di Pasar Dargo Semarang menuturkan, masuknya beras dari Jabar sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Saat ini jumlahnya sudah mulai menurun.” Kemarin waktu awal panen beras di sini agak rusak, kualitasnya enggak begitu bagus sehingga orang lebih memilih beras dari Jawa Barat yang kualitasnya lebih baik,” ungkapnya.

Secara umum permintaan pasar beras saat ini tergolong sepi.Permintaan akan meningkat menjelang bulan puasa mendatang.”Musim masuk sekolah ikut berpengaruh terhadap sepinya permintaan pasar beras,”katanya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
37 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved