Jika kuota BBM jebol, pemerintah terpaksa berhutang

Selasa, 29 Mei 2012 - 10:54 WIB
Jika kuota BBM jebol,...
Jika kuota BBM jebol, pemerintah terpaksa berhutang
A A A


Sindonews.com - Seiring dengan kemungkinan jebolnya kuota 40 juta Kilo Liter (KL) Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada tahun 2012, pemerintah dipaksa untuk memutar otak agar kebutuhan akan sumber energi itu tetap terpenuhi.

Sebelumnya, pemerintah memprediksi bulan Oktober nanti kuota tersebut akan habis. Sehingga sebelum terjadi, pemerintah akan melakukan pengajuan penambahan kuota ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, seperti yang sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Anggaran untuk penyediaan BBM bersubsidi di dalam negeri, sudah tidak ada lagi. Dengan kata lain, jika hal tersebut terjadi, maka pemerintah harus menyediakan dana subsidi tambahan dari pinjaman.

"Jadi implikasinya permintaan ada tambahan BBM bersubsidi, berimplikasi pada pembiayaan subsidinya yang tentu implikasinya adalah peningkatan defisit," ujar Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (29/5/2012).

Menurutnya, pemerintah akan melihat kondisi secara keseluruhan. Maka, dalam persoalan ini diupayakan tidak mengambil keputusan yang salah. Rencana penghematan BBM akan disandingkan terlebih dalu, untuk menghitung berapa kepastian sisa kuota yang mesti dipenuhi.

"Kalau tidak tentu implikasinya jauh, apalagi kita saat ini dekat dengan batasan 3 persen itu. Akan ada pembatasan tersendiri dari pemenuhan ketetapan dari undang-undang," jelasnya.

Meski begitu, Mahendra tidak mau terlalu jauh berbicara tentang mekanisme yang akan dilakukan pemerintah. Namun, yang pasti menurutnya pemerintah berupaya memecahkan persoalan itu secepatnya, dimulai dengan realisasi konsep penghematan BBM bersubsidi.

"Itu yang harus kita dorong, kalau tidak implikasinya ke ketahanan fiskal dan ke kondisi keseluruhan stabilitas makro juga," tandas Mahendra. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved