PDAM tak klaim kerugian ke PT Jasa Tirta

Rabu, 06 Juni 2012 - 17:53 WIB
PDAM tak klaim kerugian...
PDAM tak klaim kerugian ke PT Jasa Tirta
A A A
Sindonews.com - Limbah industri yang mencemari air Kali Surabaya beberapa hari terakhir membuat biaya produksi PDAM Surya Sembada mengalami pembengkakan yang besar. Meskipun rugi, PDAM tidak akan meminta ganti ke PT Jasa Tirta selaku pengelola Kali Surabaya yang selama ini menjadi bahan baku mutu air produksi PDAM.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada Ashari Mardiono menuturkan, kenaikan biaya produksi air bersih oleh PDAM sejak limbah industri mencemari Kali Surabaya terus membebani. Namun hal itu bukan poin utama yang signifikan untuk dikomplainkan ke pihak Jasa Tirta.

“Tapi kami tak ingin lagi ada kejadian yang sama. Pencemaran air yang dipakai bahan baku air PDAM begitu menganggu pelanggan,” ujar Ashari, Rabu (6/6/2012).

Ia melanjutkan, surat komplain PDAM ke PT Jasa Tirta berisi konsistensi penyediaan air sungai sebagai baku mutu air produksi PDAM. Penyediaan baku mutu yang memadai ke depan jangan sampai tercemari lagi oleh limbah industri.

Ashari menyebutkan, buruknya kualitas air Kali Surabaya akan sangat mempengaruhi kualitas produksi air yang membuat citra layanan PDAM menjadi minor di mata pelanggan.

Sekarang ini, katanya, pelanggan PDAM sudah ribuan yang tidak mau dirugikan dan menuntut pelayanan terbaik. Bila baku mutu air produksi kualitasnya buruk akibat tercemari limbah, maka PDAM tidak akan mungkin bisa memberikan pelayan terbaik untuk para pelanggannya. Sebaliknya, PDAM akan dihujani komplain dari para pelanggannya ketika kualitas air terus memburuk.

Ia juga menjelaskan, Setelah tercemarinya air kali Surabaya, kualitas air produksi PDAM menurun hingga tidak layak untuk di konsumsi. Saat ini, Air Produksi PDAM sudah berangsur pulih dan layak dikomsumsi, meski kualitasnya masih tidak sebaik sebelumnya.

Sekretaris Dewan Pelanggan PDAM Darmantoko menuturkan, harusnya pengawasan pencemaran limbah bisa dilakukan secara terpadu. Baik itu dari pemprov maupun pemkot.

“Tentu aparat dari kepolisian juga harusnya ikut untuk mengawasi. Biar kejadian yang sama tak terulang,” ujarnya.

Setiap hari, produksi air dari Jasa Tirta ke PDAM itu 7 juta liter per detik. PDAM sekarang ini melakukan produksi lima juta liter per detik. Makanya kebutuhan air begitu mendesak untuk segera diperbaiki.

“Kadang perlu penindakan yang tegas dari kepolisian. Biar ini memunculkan efek jera bagi perusahaan yang nakal,” tegasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
18 menit yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
1 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
11 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
11 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
13 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
13 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved