Emban tugas baru, Muliaman utamakan koordinasi OJK
Rabu, 20 Juni 2012 - 13:20 WIB
Emban tugas baru, Muliaman utamakan koordinasi OJK
A
A
A
Sindonews.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D Hadad yang baru saja terpilih sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku dirinya akan mengambil langkah koordinasi sebagai salah satu konsentrasi utamanya dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai ketua OJK yang baru.
Hal tersebut diutarakan Muliaman dalam pidato pembukanya pada acara Seminar tentang Konsep, Implementasi & Penerapan Manajemen Resiko pada Bisnis Bancassurance di R.Diamond, Pullman hotel, Jakarta (20/6/2012).
"Belajar dari pengalaman negara lain, kalau koordinasi ini sangat diperlukan terutama buat mereka yang saling terkait. Sebab persinggungan atau overlapping pekerjaan tidak bisa dihindari," terang Muliaman dalam kesempatan tersebut.
Koordinasi yang dimaksud, tambah Muliaman, adalah menjalin hubungan yang baik dengan lembaga-lembaga keuangan negara sperti Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
"OJK ini gabungan dari sebagian kawan-kawan BI dan Depkeu. Antara BI dengan OJK saja saya kira akan banyak persinggungan-persinggungan itu. Jadi tentu saja perlu koordinasi yang kuat," tambah pemegang gelar PHd bidang Ekonomi dari Monash University tersebut.
Sebetulnya, terang Muliaman lagi, tugas OJK sebenarnya dapat dipisahkan antara makro dan mikro prudential. Tetapi, dalam kenyataannya praktiknya, Muliaman berpendapat, tidak begitu mudah juga untuk memisahkan kedua hal tersebut. "Persinggungan itu mau tidak mau, tidak bisa dihindari," imbuh Muliaman.
Untuk itu, cukup beralasan bila dirinya menempatkan langkah untuk memperkuat koordinasi sebagai salah satu pilar utama dalam masa-masa awal kepemimpinan dirinya sebagai OJK.
"Sejak tahap awal kita meyakinkan proses koordinasi dan komunikasi harus embedded di dalam proses sehingga built in. Koordinasi tidak hanya menjadi suatu statement yang kita harpkan tetapi juga menjadi bagian dalam proses pengambilan keputusan," simpulnya.
Hal tersebut diutarakan Muliaman dalam pidato pembukanya pada acara Seminar tentang Konsep, Implementasi & Penerapan Manajemen Resiko pada Bisnis Bancassurance di R.Diamond, Pullman hotel, Jakarta (20/6/2012).
"Belajar dari pengalaman negara lain, kalau koordinasi ini sangat diperlukan terutama buat mereka yang saling terkait. Sebab persinggungan atau overlapping pekerjaan tidak bisa dihindari," terang Muliaman dalam kesempatan tersebut.
Koordinasi yang dimaksud, tambah Muliaman, adalah menjalin hubungan yang baik dengan lembaga-lembaga keuangan negara sperti Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
"OJK ini gabungan dari sebagian kawan-kawan BI dan Depkeu. Antara BI dengan OJK saja saya kira akan banyak persinggungan-persinggungan itu. Jadi tentu saja perlu koordinasi yang kuat," tambah pemegang gelar PHd bidang Ekonomi dari Monash University tersebut.
Sebetulnya, terang Muliaman lagi, tugas OJK sebenarnya dapat dipisahkan antara makro dan mikro prudential. Tetapi, dalam kenyataannya praktiknya, Muliaman berpendapat, tidak begitu mudah juga untuk memisahkan kedua hal tersebut. "Persinggungan itu mau tidak mau, tidak bisa dihindari," imbuh Muliaman.
Untuk itu, cukup beralasan bila dirinya menempatkan langkah untuk memperkuat koordinasi sebagai salah satu pilar utama dalam masa-masa awal kepemimpinan dirinya sebagai OJK.
"Sejak tahap awal kita meyakinkan proses koordinasi dan komunikasi harus embedded di dalam proses sehingga built in. Koordinasi tidak hanya menjadi suatu statement yang kita harpkan tetapi juga menjadi bagian dalam proses pengambilan keputusan," simpulnya.
()