Pertamina klaim akuisisi saham Petrodelta minim risiko

Jum'at, 22 Juni 2012 - 17:01 WIB
Pertamina klaim akuisisi...
Pertamina klaim akuisisi saham Petrodelta minim risiko
A A A


Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) cukup percaya diri dengan aksi akuisisi kepemilikan efektif 32 persen saham Petrodelta di Venezuela minim risiko. Pasalnya, kerja sama ini landasannya ditopang dari keberadaan Indonesia dan Venezuela sebagai negara di dunia ketiga (negara berkembang).

"Treatment yang mereka berikan ke kami dengan ke National Oil Company (NOC) negara lain. Mungkin karena kami punya platform yang sama, yakni sama-sama dari dunia ketiga. Kami optimis dan diharapkan bisa memperkuat kerja sama dengan NOC di sana," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, M. Harun kepada wartawan, Jumat (22/6/2012).

Seperti yang diketahui, Pertamina telah menandatangani Share Purchase Agreement (SPA) dengan Harvest Natural Resources Inc. (HNR), perusahaan migas yang tercatat (listed) di Bursa Saham New York, untuk mengakuisisi kepemilikan efektif 32 persen saham Petrodelta, S.A., Venezuela.

Walaupun sudah dapat dikatakan resmi diakuisisi, namun Harun mengatakan masih perlunya closing deal, yang akan mempertemukan para pemegang saham. Dalam pertemuan tersebut, dirinya menambahkan, akan ada semacam proses persetujuan. Setelah itu, nilai akuisisi dapat diinformasikan ke publik.

"Nilainya akan kami sampaikan setelah closing deal akusisinya, setelah masing-masing mendapat persetujuan pemegang saham. Saya tidak mau berandai-andai. Closing deal paling lambat Januari 2013," jelasnya.

Sebagai informasi, Petrodelta adalah operator dan pemegang hak konsesi dari pemerintah Venezuela hingga tahun 2027 untuk mengeksplorasi, mengembangkan, memproduksikan, dan mengelola blok migas yang terdiri dari lapangan Uracoa, Bombal, Tucupita, El Salto, El Inseno dan Temblador, dengan keseluruhan cakupan wilayah seluas 1.000 kilometer persegi.

Berdasarkan sertifikasi dari Ryder Scott tahun 2012 sesuai dengan pedoman dari US Securities and Exchange Commission, lapangan Petrodelta mengandung cadangan terbukti dan mungkin (proven & probable, 2P) total sekitar 486 juta barel ekuivalen minyak bumi (mmboe). Kandungan cadangan hidrokarbon tersebut lebih besar dibandingkan dengan cadangan Blok Cepu, yang merupakan penemuan terbesar di Indonesia selama 10 tahun terakhir.

"Ini merupakan entry point bagi kami untuk bisa bekerja sama dengan NOC Venezuela. Bisa saja nantinya kami bekerja sama dengan lapangan migas lain, tidak hanya itu," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
1 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
2 jam yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
4 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
6 jam yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
6 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
17 jam yang lalu
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved