Underwriter belum maksimalkan perusahaan go public

Senin, 25 Juni 2012 - 13:23 WIB
Underwriter belum maksimalkan...
Underwriter belum maksimalkan perusahaan go public
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menyatakan kurangnya perusahaan yang go public dikarenakan tidak berjalannya fungsi underwriter (penjamin) dengan semestinya.

Saat ini tercatat perusahaan yang melantai di bursa hanya sekitar 400 ribuan, yang berbanding jauh dengan jumlah di negara tetangga yang mencapai puluhan juta perusahaan.

Direktur Eksekutif AEI Isaka Yoga mengatakan, underwriter pada posisinya merupakan perantara antara emiten dan investor. Sehingga underwritter semestinya berfungsi untuk menarik minat pasar untuk berinvestasi di perusahaan yang akan go public tersebut.

"Saat ini bukan emiten yang tidak ingin IPO, mereka tetap butuh modal. Tapi underwriter yang tidak mampu mengolah pasar," ujar Isaka kepada wartawan di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (25/6/2012).

Underwriter, Isaka menambahkan, harus mampu menjamin investor dalam kondisi apapun. Jadi, jika dikatakan saat ini pasar dihadapkan dengan krisis Uni Eropa dan gangguan eksternal lainnya, pihak ini yang harus berperan penting.

"Investor dalam berinvestasi hanya memikirkan aman atau tidak, likuid atau tdak, ada alternatif enggak selain itu, dan tugas underwriter untuk menjawab itu," tegasnya.

Isaka memastikan, jika penjaminan tersebut cukup progresif terhadap investor, maka keberlangsungan perusahaan yang go public juga akan terus berjalan.

"Jadi tidak bisa dipastikan, emiten itu tidak mau IPO," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
50 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
Zelensky Tuding Perusahaan...
Zelensky Tuding Perusahaan AS Korupsi Bantuan Militer untuk Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved