Pertamina bidik kebutuhan perkebunan & pertambangan

Selasa, 26 Juni 2012 - 10:47 WIB
Pertamina bidik kebutuhan...
Pertamina bidik kebutuhan perkebunan & pertambangan
A A A
Sindonews.com – PT Pertamina (persero) melakukan langkah proaktif dalam penjualan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya solar dengan meluncurkan agen BBM nonsubsidi dengan pelayanan mobile.

Pelayanan mobile dengan truk tangki ini akan melayani pembelian secara eceran.Selain segmen sentra perkebunan dan pertambangan, layanan juga menyasar kalangan industri. ”Ini untuk mendekatkan ke titik-titik suplai BBM nonsubsidi ke sentra perkebunan, pertambangan, dan konsumen lainnya,” ujar Manager Fuel Industry & Marine Marketing PT Pertamina Region III Arief Priyanto saat peluncuran truk tangki BBM nonsubsidi eceran di Pengapon, Semarang, kemarin.

Program itu guna mengantisipasi lonjakan permintaan BBM nonsubsidi bagi angkutan (truk) perkebunan dan pertambangan. Mengingat mulai 1 September mendatang, angkutan perkebunan dan pertambangan sudah tidak diperbolehkan mengonsumsi BBM subsidi.” Mereka enggak boleh beli ke SPBU lagi. Makanya,kami mulai mengantisipasi permintaan dari mereka,”ujarnya. Selama ini truk perkebunan dan pertambangan mengonsumsi solar bersubsidi di SPBU.

Dengan pemberlakuan Permen ESDM No.12/2012 tentang pengendalian BBM, mulai 1 September sudah tidak diperbolehkan membeli solar bersubsidi di SPBU. ”Meski aturannya baru mulai 1 September, ini sudah mulai kami luncurkan untuk melayani konsumen. Jadi mulai sekarang sudah membeli solar nonsubsidi dengan truk tangki ini,”tandas Arief Priyanto.

Unit di Jateng dan DIY yang sudah disediakan sebanyak tujuh kendaraan tangki dari rencana pengoperasian 15 unit. Kemarin juga diperkenalkan enam agen BBM nonsubsidi,yaitu PT Dharma Sentana Putra, PT Tri Karya Wiguna, PT Serayu Mitra Jaya,PT Katraco Putra Selaras,PT Sonto Putra,dan PT Widya Waskita Wijaya.Mereka memiliki area pemasaran yang meliputi seluruh daerah di Jateng dan DIY.

Sales Manager Industrial & Marine PT Pertamina Jateng dan DIY Nur M Zain menuturkan sentra perkebunan dan pertambangan di wilayah Jateng dan DIY yang selama ini mengonsumsi BBM solar subsidi, di antaranya Cangkringan Sleman (truk pasir), Cilacap (pasir besi),Rembang (pertambangan), dan daerah perkebunan yang dimiliki oleh PTPN IX.

”Konsumsi solar untuk perkebunan dan pertambangan di Jateng dan DIY sangat besar,misalnya di Sleman sekitar 2.000 truk pasir setiap hari beroperasi. Kalau satu truk butuh 40 liter maka jumlahnya sudah banyak. Belum yang lain,”ungkapnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
1 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
1 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
11 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
11 jam yang lalu
Infografis
Revisi UU Kementerian...
Revisi UU Kementerian Negara: Jumlah Disesuaikan Kebutuhan Presiden
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved