Kenaikan harga gas 50% dongkrak biaya produksi 11%

Jum'at, 29 Juni 2012 - 09:38 WIB
Kenaikan harga gas 50%...
Kenaikan harga gas 50% dongkrak biaya produksi 11%
A A A


Sindonews.com - Kalangan pengusaha mengaku tidak keberatan dengan keputusan pemerintah yang menaikkan gas industri secara bertahap sebesar 50 persen. Meskipun begitu, mereka mengaku biaya produksi akan terkerek naik 11,5 persen.

"Kalau naiknya bertahap bisa di terima apalagi bisa disesuaikan dengan perbaikan kemampuan supply gas ke industri mungkin akan memberikan kepastian cost" ungkap Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat melalui pesan singkat kepada Okezone di Jakarta, Jumat (29/6/2012).

Namun, Ade mengaku jika pemerintah menaikan harga gas 50 persen sekaligus Ade merasa merasa keberatan. Hal ini karena akan mempengaruhi harga produksi sehingga ada kenaikan biaya produksi sebesar 11,5 persen.

"Kenaikan yang sangat fantastik 50 persen sudah pasti mempengaruhi ongkos produksi karena struktur biaya energi (gas) bisa mencapai 23 persen, jadi kalau naik 50 persen akan ada kenaikan biaya 11,5 persen," tambah Ade.

Sebelumnya, pemerintah sepakat menaikkan harga gas untuk industri dari awalnya 55 persen menjadi 50 persen.

"Setelah rapat di Kementerian ESDM, kemudian rapat lagi bertemu industri. Kami sudah menghitung ulang. Kesimpulan didapat, keputusan diambil. Pertama, kenaikan harga gas tidak jadi 55 persen, tapi 50 persen," kata Menteri ESDM Jero Wacik.

Selain menurunkan besaran kenaikannya, pemerintah juga tidak akan menaikkan harga gas itu sekaligus. Jero menyebutk, kenaikan harga gas akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, mulai 1 September 2012 naik 35 persen, selanjutnya 1 April 2013 naik 15 persen. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
4 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
5 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
5 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
6 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
6 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
6 jam yang lalu
Infografis
Produksi RI Minus 2,8...
Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton, Harga Beras Meroket
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved