CPO biang kerok defisit neraca perdagangan

Senin, 02 Juli 2012 - 17:32 WIB
CPO biang kerok defisit...
CPO biang kerok defisit neraca perdagangan
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan terjadinya defisit pada neraca perdagangan disebabkan nilai impor yang tidak sebanding dengan ekspor. Jatuhnya nilai ekspor, pada catatannya terdapat pada Crude Palm Oil (CPO) yang menurun hingga 470 juta atau 27 persen.

"Ini sebenarnya volumenya naik, walaupun harganya turun. Tetap diekspor, tapi harganya turun. CPO turun drastis 470 juta USD atau 26,77 persen hampir 27 persen penurunan ekspornya," ujar Direktur Statistik Distribusi BPS Satwiko Darmesto di kantornya, Jakarta, Senin (2/7/2012).

Seperti yang diketahui, negara andalan tujuan ekspor saat ini adalah China dan India. Namun, karena dua negara tersebut juga sulit menjual hasil turunan CPO, maka impor CPO dari Indonesia pun juga dihentikan.

"Ekspornya ini turun drastis karena memang yang saya katakan China dan India sementara tidak mengimpor CPO karena mereka mau jual hasil turunan CPO susah. Jadi mereka enggak beli CPO sementara waktu," jelasnya.

"Karena secara volume sebenarnya naik, tapi harga turun. Pengusaha kita menjual harus mendapatkan income untuk bayar pekerjanya, jadi berapapun harganya di dunia, itu tetap dilakoni saja," lanjut Satwiko.

Harusnya, Satwiko menuturkan, menjelang Hari Raya Idul Fitri ekspor dapat ditingkatkan. Namun, dikarenakan beberapa faktor yang masih sulit dihindarkan, gambaran peningkatan ekspor pun belum terlihat.

"Biasanya kalau kita amati data kita menjelang Lebaran itu eksportir menggenjot, tapi ini kok kayaknya ekspornya melemah karena memang dunia lagi melemah juga. Walaupun mau menggenjot tapi tidak bisa, ternyata melemah," pungkasnya.
(hyk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
8 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
8 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
10 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
10 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
11 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
12 jam yang lalu
Infografis
Uni Emirat Arab dan...
Uni Emirat Arab dan Israel Sepakat Perjanjian Perdagangan Bebas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved