Juni, ekonomi RI diprediksi tidak defisit
Selasa, 03 Juli 2012 - 15:57 WIB
Juni, ekonomi RI diprediksi tidak defisit
A
A
A
Sindonews.com - Bulan Juni 2012 perekonomian Indonesia diprediksi tidak akan terjadi defisit. Hal ini disebabkan melihat tren yang berkembang di kalangan industri serta kesiapan industri menghadapi masa bulan Ramadan dan Idul Fitri.
"Kalau melihat tren, Juni tidak akan terjadi defisit karena industri sudah cukup mempersiapkan," ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (3/7/2012).
Akan tetapi, menurut Bayu, kondisi tersebut setiap waktu dapat berubah walaupun sudah dipersiapkan dengan matang. Dia menegaskan, faktor utama penentu ekspor adalah situasi global.
"Kalau sekarang ada Inggris yang sedang tersandung di persoalan Bank Barclays, dan itu cukup berpengaruh pada dunia lain. Walaupun sekarang di Yunani dan Spanyol sudah cukup membaik," lengkapnya.
Selain itu, lanjutnya, secara teori ada dua hal lain yang juga ikut memdasarkan terjadinya defisit. Pertama adalah besarnya pertumbuhan ekspor itu sendiri. Kedua adalah sinkronisasi antara volume dan nilai tambah serta harga dan kurs yang ditetapkan di dalam negeri.
"Kalau melihat tren, Juni tidak akan terjadi defisit karena industri sudah cukup mempersiapkan," ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (3/7/2012).
Akan tetapi, menurut Bayu, kondisi tersebut setiap waktu dapat berubah walaupun sudah dipersiapkan dengan matang. Dia menegaskan, faktor utama penentu ekspor adalah situasi global.
"Kalau sekarang ada Inggris yang sedang tersandung di persoalan Bank Barclays, dan itu cukup berpengaruh pada dunia lain. Walaupun sekarang di Yunani dan Spanyol sudah cukup membaik," lengkapnya.
Selain itu, lanjutnya, secara teori ada dua hal lain yang juga ikut memdasarkan terjadinya defisit. Pertama adalah besarnya pertumbuhan ekspor itu sendiri. Kedua adalah sinkronisasi antara volume dan nilai tambah serta harga dan kurs yang ditetapkan di dalam negeri.
(gpr)
Lihat Juga :