Proyek Terminal Cruise Tanah Ampo siap ditawarkan
Rabu, 04 Juli 2012 - 12:23 WIB
Proyek Terminal Cruise Tanah Ampo siap ditawarkan
A
A
A
Sindonews.com - Dari 58 proyek Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) yang dicantumkan dalam Public Private Partnership (PPP) Book 2012 yang dikeluarkan Bappenas hari ini, terdapat tiga proyek dengan kategori siap ditawarkan. Salah satunya adalah proyek pembangunan Terminal Cruise Tanah Ampo di Kabupaten Karang Asem, Bali.
Hal tersebut disampaikan Menteri PPN/Bappenas Armida S Alisjahbana dalam pidatonya pada acara peluncuran PPP Book 2012, di ruang SG 1-5 Gedung Utama Bappenas, Jakarta, Rabu (4/7/2012).
Armida menerangkan, pilihan teknis untuk proyek tersebut menggunakan Breasting Dolphin untuk berlabuh kapal dan membangun Break Water Plus Ponton untuk beroprasinya pelabuhan saat terjadi pasang surut air laut.
"Fasilitas ini akan menelan biaya Rp76 miliar, dimana untuk Breasting Dolphin dan Break Water Plus Ponton akan menambah Rp27 miliar," terang Armida pada kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, Armida memaparkan, pilihan bentuk kerja sama yang dilakukan dengan pihak swasta adalah dengan Design Building Operate Transfer (DBOT) dengan memanfaatkan dan meningkatkan infrastruktur yang telah ada milik pemerintah.
"Infrastruktur yang telah dibangun beberapa tahun lalu akan dikuasakan kepada pemegang konsesi. Dengan skema pengusahaan DBOT, badan usaha swasta akan bertanggung jawab untuk disain, konstruksi dan kemudian operasional dan pemeliharaan dari Tanah Ampo Terminal," katanya.
Armida juga memastikan proyek tersebut tidak akan memberikan dampak buruk bagi kelestarian lingkungan atau sosial. "Perluasan Terminal yang diusulkan telah didasarkan atas asas biaya dan manfaat sosial," tegasnya.
Walaupun proyek ini dianggap layak secara finansial tanpa dukungan dari pemerintah, namun untuk meningkatkan kelayakan proyek kerja sama, ditawarkan dua pilihan dukungan pemerintah yang dapat dipertimbangkan.
Pertama, Kementerian Perhubungan akan menyediakan disain dan konstruksi dari Bresting Dolphin. Kedua, Pemerintah Daerah Karang Asem akan menyediakan hak pengembangan dari tanah seluas 25 hektar berdekatan dengan lokasi Proyek.
Hal tersebut disampaikan Menteri PPN/Bappenas Armida S Alisjahbana dalam pidatonya pada acara peluncuran PPP Book 2012, di ruang SG 1-5 Gedung Utama Bappenas, Jakarta, Rabu (4/7/2012).
Armida menerangkan, pilihan teknis untuk proyek tersebut menggunakan Breasting Dolphin untuk berlabuh kapal dan membangun Break Water Plus Ponton untuk beroprasinya pelabuhan saat terjadi pasang surut air laut.
"Fasilitas ini akan menelan biaya Rp76 miliar, dimana untuk Breasting Dolphin dan Break Water Plus Ponton akan menambah Rp27 miliar," terang Armida pada kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, Armida memaparkan, pilihan bentuk kerja sama yang dilakukan dengan pihak swasta adalah dengan Design Building Operate Transfer (DBOT) dengan memanfaatkan dan meningkatkan infrastruktur yang telah ada milik pemerintah.
"Infrastruktur yang telah dibangun beberapa tahun lalu akan dikuasakan kepada pemegang konsesi. Dengan skema pengusahaan DBOT, badan usaha swasta akan bertanggung jawab untuk disain, konstruksi dan kemudian operasional dan pemeliharaan dari Tanah Ampo Terminal," katanya.
Armida juga memastikan proyek tersebut tidak akan memberikan dampak buruk bagi kelestarian lingkungan atau sosial. "Perluasan Terminal yang diusulkan telah didasarkan atas asas biaya dan manfaat sosial," tegasnya.
Walaupun proyek ini dianggap layak secara finansial tanpa dukungan dari pemerintah, namun untuk meningkatkan kelayakan proyek kerja sama, ditawarkan dua pilihan dukungan pemerintah yang dapat dipertimbangkan.
Pertama, Kementerian Perhubungan akan menyediakan disain dan konstruksi dari Bresting Dolphin. Kedua, Pemerintah Daerah Karang Asem akan menyediakan hak pengembangan dari tanah seluas 25 hektar berdekatan dengan lokasi Proyek.
(gpr)
Lihat Juga :