Menggali informasi demi meraih gain

Kamis, 05 Juli 2012 - 11:08 WIB
Menggali informasi demi...
Menggali informasi demi meraih gain
A A A

SETIAP investor di bursa efek selalu berharap mendapatkan keuntungan (capital gain). Lebih baik lagi jika gain itu bisa didapat setiap hari,baik saat pasar sedang lesu maupun saat pasar sedang semarak.

Oleh karena itu, sangat dipahami jika setiap investor senantiasa berusaha keras agar selalu bisa meraih gain demi gain, keuntungan demi keuntungan, sehingga nilai asetnya semakin berkembang. Untuk meraih gain, setiap investor di bursa memiliki pola transaksi dan strateginya sendiri. Dari sisi periode, ada yang gemar bertransaksi dalam jangka pendek, keluar-masuk pasar dalam tempo yang sangat cepat.

Tapi, banyak juga yang hanya bertransaksi dalam jangka panjang, yaitu beli, tahan, dan jual jika harga saham sudah sesuai dengan target.Tentu ada pula yang mengombinasikan antara transaksi jangka pendek dan jangka panjang dengan membuat alokasi portofolio investasi. Dari sisi jenis portofolio yang ditransaksikan, ada yang gemar bertransaksi pada saham-saham kecil karena fluktuasi harga saham yang berlangsung begitu cepat terasa sangat menantang.

Namun, banyak juga investor yang hanya mau membeli saham unggulan berkapitalisasi besar. Pendek kata, mengutip istilah pasar: banyak jalan meraih untung. Pokoknya, apa pun strateginya, yang penting investor bisa mendapatkan capital gain. Agar strategi tadi berhasil dengan gemilang,pelaku pasar kerap melengkapinya dengan seperangkat alat bantu, yakni analisis teknikal dan analisis fundamental.

Analisis teknikal merupakan analisis yang mengacu pada data historis harga saham, sedangkan analisis fundamental mengandalkan data historis kinerja keuangan perusahaan atau emiten. Strategi tanpa alat bantu ibarat berjalan di ruang gelap, melangkah secara asal-asalan. Dua alat bantu tadi kadang tidak selalu memuaskan investor.

Investor selalu mencari alat bantu lain agar bisa menerapkan strategi investasi dengan lebih tajam. Alat bantu yang senantiasa dicari dan menjadi incaran adalah informasi seputar perkembangan emiten. Investor akan selalu pasang telinga untuk mendapatkan informasi terbaru dan akurat tentang emiten. Informasi yang menjadi incaran biasanya selalu terkait dengan rencana corporate action atau perkembangan kinerja keuangan emiten.

Jenis informasi seperti rencana merger, akuisisi, ekspansi, private placement, restrukturisasi utang, nilai dividen, stock split, proyek baru dan sebagainya akan selalu diburu oleh investor.Sebab,semua jenis informasi itu akan berpengaruh terhadap kinerja saham. Begitu pentingnya informasi seperti ini bagi pelaku pasar modal sampai-sampai melahirkan apa yang disebut dengan teori Efficient Market Hypothesis (EMH) atau dikenal juga sebagai teori efisiensi pasar (market efficiency).

Sebuah pasar disebut efisien jika informasi tentang pasar tersedia dan terdistribusi secara merata dalam waktu yang bersamaan sehingga efek informasi terhadap perubahan harga saham menjadi netral. Jika informasi tidak terdistribusi secara merata kepada seluruh pelaku pasar maka hal ini akan memunculkan apa yang disebut dengan istilah asymmetric information.Artinya,ada pihak yang di satu sisi menerima informasi penting tentang perkembangan kinerja emiten,tapi banyak pula yang tidak mendapatkan informasi yang sama.

Dengan demikian,tentunya mereka yang mendapatkan informasi lebih awal akan lebih diuntungkan Karen abisa memutuskan lebih awal apakah mau beli, jual, atau menahan portofolionya. Fakta di lapangan menunjukkan, kadang-kadang informasi yang sifatnya signifikan tentang emiten datangnya terlambat. Harga sahamnya sudah naik signifikan terlebih dulu sebelum informasi resmi muncul ke media.

Akibatnya, sering kali Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku otoritas pasar mengambil tindakan untuk menghentikan sementara perdagangan (suspend) danbahkanmemasukkan saham dalam kategori Unusual Market Activity(UMA). Saham-saham yang masuk kategori UMA pada umumnya mengalami peningkatan harga yang fantastis, hingga lebih dari 100 persen hanya dalam tempo yang singkat. Kenaikan itu tidak didasari oleh informasi yang jelas dan pasti.

Bagi pelaku pasar yang–entah bagaimana caranya mengetahui informasi di balik kenaikan itu–hal ini jelas sangat menguntungkan.Tapi, bagi investor yang tidak tahu informasi apa-apa tapi ikut-ikutan bertransaksi di dalamnya,maka hal itu sangat berisiko. Di sinilah pentingnya bagi emiten agar melakukan penyebaran informasi dengan baik, tidak bersikap diskriminatif dengan hanya menyebarkan informasi perkembangan kinerja kepada pihak- pihak tertentu dan mengabaikan investor publik.

Hindari Rumor


Fakta yang ada, hingga saat ini informasi tentang emiten sering berseliweran di pasar. Hanya, tidak semua informasi yang lalu-lalang di pasar bisa dipercaya. Setiap informasi yang beredar di pasar memiliki tingkat validitas yang berbedabeda. Ada yang sangat valid karena memang disampaikan oleh sumber resmi, tapi ada juga yang harus disikapi dengan hati-hati karena muncul begitu saja di pasar.

Informasi seperti ini sering juga mencuat dalam bentuk rumor.Hal inilah yang perlu diwaspadai. Pasar tidak bisa lepas dari informasi, apa pun wujudnya, termasuk rumor.Bahkan,rumor tidak bisa dihilangkan dengan mudah. Rumor selalu hadir dalam setiap kesempatan.Kemunculannya tidak pernah diundang.

Kadang-kadang muncul melalui bisikan manis dari mulut ke mulut,kadang tampil melalui media massa. Bagi sebagian investor, rumor telah menjadi bumbu penyedap, meskipun dicibir tapi kehadirannya selalu dinantikan. Namun, bagi investor yang ingin berinvestasi dengan aman dan nyaman,sebaiknya ia menghindari rumor.

(Tim BEI)
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Netizen, Ini Solusi...
Netizen, Ini Solusi Perbaiki Ekonomi pada Masa Pandemi dari Indra Kesuma
Lampu Kuning Investor...
Lampu Kuning Investor Pasar Modal
Kenali Dulu Produknya...
Kenali Dulu Produknya sebelum Berinvestasi
Panduan Lengkap Puasa...
Panduan Lengkap Puasa Ramadan, Keutamaan, Amalan dan Doa Berbuka
Bityard Mudahkan Pemula...
Bityard Mudahkan Pemula Berinvestasi Cryptocurrency
Gandeng Wanita Indonesia,...
Gandeng Wanita Indonesia, Nanovest Berikan Edukasi Investasi Aset Digital
Berita Terkini
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
2 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
13 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
13 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
13 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
14 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved