Kejahatan transaksi elektronik perbankan mengintai

Kamis, 05 Juli 2012 - 11:31 WIB
Kejahatan transaksi...
Kejahatan transaksi elektronik perbankan mengintai
A A A
Sindonews.com - Seiring perkembangan teknologi, transaksi perbankan elektronik juga mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Begitu pula dengan risiko terjadinya kejahatan dalam proses transaksi elektronik tersebut.

Hal tersebut seperti diutarakan Direkur Eksekutif Departeman Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Boedi Armanto dalam presentasinya pada Seminar Nasional ASPI 2012 dengan tema "Pencegahan dan Penanganan Kejahatan pada Layanan Perbankan Elektronik" di lantai 6 Gedung Bank Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (5/7/2012).

"Saya perhatikan IT demikian berkembangnya, demikian dinamisnya. Dari pengamatan kami selama tiga tahun belakangan, Perkembangan transaksi E-Money (transaksi via internet) pertumbuhan instrumennya rata-rata pertahunnya sudah mencapai 121,53 persen, sementara perkembangan transaksinya rata-rata pertahun mencapai 37,53 persen," papar Boedi dalam kesempatan tersebut.

Di sisi lain, tambah Boedi, transakasi Mobile Phone (transaksi via telpon genggam) juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan yakni mencapai 40 persen.

Untuk itu, lanjut Budi, perlu adanya langkah penanggulangan agar potensi kejahatan transaksi perbankan tersebut dapat dicegah, bahkan sebisa mungkin ditiadakan sama sekali.

Diakui Boedi, BI sendiri sangat memberikan perhatian kusus dalam merespon adanya ancaman risiko kejahatan transaksi perbankan tersebut. "Dalam hal ini peran BI adalah sebagai regulator, pemberi izin, operator, pengawas, fasilitator. Konsen BI sendiri adalah keamanan, termasuk keamanan dari potensi kejahatan/fraud, efisiensi dan perlindungan konsumen," terangnya.

Selain melakukan evaluasi laporan yang diberikan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan ke lapangan sehingga potensi atau risiko terjadinya kejahatan dapat dicegah lebih awal. "Jadi ingin tahu lah apa yang terjadi di lapangan sesuai dengan laporan atau tidak," tambahnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
12 menit yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
11 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
11 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
12 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
12 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
13 jam yang lalu
Infografis
Israel Gunakan Amunisi...
Israel Gunakan Amunisi Buatan AS untuk Kejahatan Perang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved