Perdagangan diprediksi defisit hingga akhir tahun
Kamis, 05 Juli 2012 - 13:59 WIB
Perdagangan diprediksi defisit hingga akhir tahun
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi memperkirakan defisit perdagangan akan terjadi hingga akhir tahun ini. Pasalnya, di tengah kondisi ekonomi global yang sangat kacau, pemerintah juga tidak berupaya mengeluarkan kebijakan yang bersifat disinsentif.
Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya, neraca perdagangan pada bulan Mei 2012 terjadi defisit USD485,9 juta. Walaupun sudah menurun dibandingkan bulan April 2012, menurut Sofjan tidak ada tanda-tanda perubahan yang cukup signifikan di bulan-bulan berikutnya.
"Saya pikir ini sampai akhir tahun kita bakal defisit terus," ujarnya kepada wartawan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Dia mengatakan, perlu ada kerja keras secara berkelanjutan, baik dari sisi pemerintah maupun pengusaha. Jadi, kalaupun pada beberapa kebijakan yang sangat mengganggu ekspor, sebaiknya ditunda dulu sampai keadaan normal, baik di domestik maupun ekonomi internasional.
"Semua turun, komoditi yang kita ekspor juga turun. Dalam situasi begini jangan keluarkan kebijakan-kebijakan dulu. Defisit ini akan terus terjadi, jadi jangan ngeluh karena defisit, kita kerja keras aja," jelasnya.
Ungkapan dari Apindo yang mewakili pengusaha-pengusaha di Indonesia seperti berbanding terbalik dengan optimisme pemerintah untuk hapuskan defisit pada Juni 2012 dan bulan selanjutnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, bulan Juni 2012 perekonomian Indonesia diprediksi tidak akan terjadi defisit. Hal ini disebabkan melihat tren yang berkembang di kalangan industri serta kesiapan industri menghadapi masa bulan Ramadan dan Idul Fitri.
"Kalau melihat tren, Juni tidak akan terjadi defisit karena industri sudah cukup mempersiapkan," pungkasnya, Rabu 4 Juli 2012.
Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya, neraca perdagangan pada bulan Mei 2012 terjadi defisit USD485,9 juta. Walaupun sudah menurun dibandingkan bulan April 2012, menurut Sofjan tidak ada tanda-tanda perubahan yang cukup signifikan di bulan-bulan berikutnya.
"Saya pikir ini sampai akhir tahun kita bakal defisit terus," ujarnya kepada wartawan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Dia mengatakan, perlu ada kerja keras secara berkelanjutan, baik dari sisi pemerintah maupun pengusaha. Jadi, kalaupun pada beberapa kebijakan yang sangat mengganggu ekspor, sebaiknya ditunda dulu sampai keadaan normal, baik di domestik maupun ekonomi internasional.
"Semua turun, komoditi yang kita ekspor juga turun. Dalam situasi begini jangan keluarkan kebijakan-kebijakan dulu. Defisit ini akan terus terjadi, jadi jangan ngeluh karena defisit, kita kerja keras aja," jelasnya.
Ungkapan dari Apindo yang mewakili pengusaha-pengusaha di Indonesia seperti berbanding terbalik dengan optimisme pemerintah untuk hapuskan defisit pada Juni 2012 dan bulan selanjutnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, bulan Juni 2012 perekonomian Indonesia diprediksi tidak akan terjadi defisit. Hal ini disebabkan melihat tren yang berkembang di kalangan industri serta kesiapan industri menghadapi masa bulan Ramadan dan Idul Fitri.
"Kalau melihat tren, Juni tidak akan terjadi defisit karena industri sudah cukup mempersiapkan," pungkasnya, Rabu 4 Juli 2012.
(gpr)
Lihat Juga :