Masyarakat diimbau teliti pilih produk pangan

Jum'at, 06 Juli 2012 - 12:00 WIB
Masyarakat diimbau teliti...
Masyarakat diimbau teliti pilih produk pangan
A A A
Sindonews.com - Menjelang Ramadan, Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman (PIPIMM) mengimbau kepada masyarakat agar lebih selektif dan teliti dalam memilih produk pangan.

Hal tersebut seperti disampaikan Ketua PIPIMM, Suroso Natakusuma dalam acara Temu Media dengan tema Kesiapan industri dan konsumen dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri di gedung Kementerian Perindustrian, jakarta, Jumat (6/7/2012).

Berdasarkan data Kementrian Perdagangan, jumlah impor olahan pangan pada triwulan I tahun 2011-2012 mengalami peningkatan sebesar 1,28 persen. Pangan tersebut sebagian besar diperoleh dari negara-negara seperti China, Malaysia, Singapura dan wilayah ASEAN lainnya.

Namun tak dapat dipungkiri terdapat banyak produk ilegal yang beredar di pasar Indonesia. Produk pangan olahan tersebut dinyatakan ilegal karena tidak memiliki izin impor, tidak menggunakan label berbahasa Indonesia, tidak sesuai dengan ketentuan standar, dan tidak memiliki nomor pendaftaran.

"Tim Terpadu Pengawas Barang Beredar (TPBB) Kementrian Perdagangan menemukan banyak produk pangan ilegal di pasaran," terang Suroso dalam kesempatan tersebut.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Sekjen PIPIMM, Franky Sibarani menerangkan berdasarkan hasil pengawasan BPOM, menjelang Idul Fitri tahun 2011 yang lalu ditemukan 420 item (132.259 kemasan) pangan tidak memenuhi syarat. Dimana dari sisi nilai ekonomi, temuan pangan tidak memenuhi syarat itu diperkirakan mencapai Rp3.306.476.000 dengan rincian yaitu pangan dalam keadaan rusak (3persen), dengan kadaluarsa (31 persen), pangan tanpa ijin edar (44 persen) dan pangan tidak memenuhi ketentuan label (22 persen).

"Berdasarkan lokasi temuan, jumlah temuan pangan tanpa ijin edar terbesar dari Malaysia, China, Thailand dan Jepang. Produk banyak ditemukan di daerah perbatasan seperti Pontianak, Padang, Batam, Medan dan Pekanbaru," jelas Franky.

Untuk itu, lanjut Suroso, PIPIMM mengimbau beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat atau konsumen. "Teliti sebelum membeli dengan membaca secara teliti dan seksama label pada produk pangan, antara lain tanggal kadaluarsa, label berbahasa Indonesia, nama produsen dan nomor registrasi BPOM (MD/ML) pada produk tersebut," imbaunya.

Kemudian, sambung Suroso, belilah barang pangan sesuai kebutuhan, dan gunakan dengan bijaksana hak dan kewajiban sebagai konsumen.

"Sehingga dengan menjadi konsumen cerdas, diharapkan masyarakat/konsumen dapat memilih pangan yang baik dan aman dikonsumsi," simpul Suroso.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
29 menit yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
53 menit yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
1 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
12 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
12 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
13 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved