Penurunan cadev tak terlalu pengaruhi ekonomi RI

Jum'at, 06 Juli 2012 - 19:37 WIB
Penurunan cadev tak...
Penurunan cadev tak terlalu pengaruhi ekonomi RI
A A A
Sindonews.com - Penurunan cadangan devisa (cadev) sebesar USD5 miliar dipercaya tidak akan memberikan pengaruh terlalu signifikan bagi kestabilan perekonomian di Indonesia.

Optimisme tersebut diutarakan Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI), Pery Warjiyo saat dijumpai di gedung BI, Jakarta, Jumat (6/7/2012).

"Posisi cadev kita masih cukup untuk kebutuhan kita, dan juga menangkal tekanan negatif dari global. Saat ini komposisi cadev Bank Indonesia sebesar USD106.502 miliar," kata Perry.

Faktor penurunan cadev sendiri, kata Perry, disebabkan oleh beberapa faktor dimana salah satunya digunakan untuk intervensi nilai tukar rupiah. "Sehingga BI harus melepas dolar di pasar dalam negeri, untuk menyerap rupiah lebih banyak," jelasnya.

Faktor yang lain, tambah Perry, adalah adanya komposisi mata uang euro dalam cadev. Sehingga, ketika nilai mata euro melemah, cadev pun ikut terpengaruh," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
29 menit yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
53 menit yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
1 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
12 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
12 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
13 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved