Kapal ro-ro ditambah, antrean truk di Merak masih 11 km
Senin, 09 Juli 2012 - 09:55 WIB
Kapal ro-ro ditambah, antrean truk di Merak masih 11 km
A
A
A
Sindonews.com - Antrean truk yang akan melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Merak, Banten ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung hingga kemarin belum teratasi. Kemarin, antrean truk di luar Pelabuhan Merak mencapai 11 km, berkurang 4 km dibandingkan kondisi antrean truk pada Jumat 6 juli 2012.
Antrean truk ini sedikit teratasi setelah PT Angkutan Sungai, Danau,dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak mengoperasikan 26 kapal roll on-roll off (ro-ro). Ke-26 kapal ro-ro ini mampu melakukan perjalanan hingga 86 trip per hari.
Dengan jumlah tersebut, total berbagai kendaraan yang telah terangkut kapal dan diseberangkan ke Pelabuhan Bakauheni sebanyak 6.793 unit. Adapun truk yang belum terangkut dan masih berada di luar pelabuhan hingga 15.00 WIB sekitar 1.600 unit.
”Kami telah berupaya maksimal untuk mengatasi kepadatan yang terjadi dalam beberapa hari ini. Kami juga telah mempersiapkan langkah-langkah percepatan untuk menguraikan kepadatan tersebut,” ungkap Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Christine Hutabarat, kemarin.
Langkah-langkah lain yang dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry adalah mempertahankan 26 armada yang beroperasi. Untuk bisa mewujudkan itu, PT ASDP Indonesia Ferry sangat mengharapkan peran dari Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap) memastikan kondisi keandalan kapal-kapal yang beroperasi dalam upaya percepatan mengurangi dan mengurai antrean. PT ASDP Indonesia Ferry juga mempercepat port time untuk kapal dengan bobot 3.500 GRT, yaitu 45 menit dari biasanya selama 1 jam.
”Personel bantuan dari PT ASDP sudah ditempatkan di titik-titik kritis di dalam pelabuhan dengan berada di bawah komando General Manager ASDP Cabang Merak,” ujarnya.
PT ASDP Indonesia Ferry, kata Christine, juga telah bekerja sama dengan Polda Banten untuk menempatkan petugas di setiap 1 km antrean truk. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penarikan kendaraan dari Km 92. ”Kami juga mendatangkan KMP Roditha sebagai kapal bantuan dan telah sampai di Merak hari ini (kemarin),” tambahnya.
Petugas Sentra Komunikasi (Senkom) PT Marga Mandala Sakti (MMS) Nasrudin mengatakan, truk yang antre di dalam tol Tangerang–Merak mulai susut. Antrean truk berada diKm 92. ”Baru 2 jam lalu (pukul 14.00 WIB,kemarin) kondisi antrean truk bisa tertarik,” terangnya.
Antrean kendaraan berbagai jenis di gerbang tol Cilegon Timur akibat adanya pengalihan kemarin juga sudah tidak terlihat lagi. Namun, titik antrean kendaraan masih terlihat di interchange gerbang Cilegon Timur atau jalur keluar dari jalan tol akibat adanya kepadatan arus lalu lintas di pusat kota Cilegon. ”Kemacetannya hanya tinggal 500 meter lagi,” tuturnya.
Diketahui, sejak Rabu 4 Juli 2012, antrean truk ekspedisi kembali terjadi di Pelabuhan Merak hingga mencapai 15 km. Antrean terjadi akibat minimnya kapal ro-ro yang beroperasi, dari rata-rata 24–26 menjadi 19 armada.
Padahal saat ini ada peningkatan jumlah kendaraan yang melakukan penyeberangan karena musim liburan sekolah. Jumlah kendaraan yang menyeberang naik 20% dari biasanya 4.900 menjadi 5.900–6.000 unit per hari.
Antrean truk ini sedikit teratasi setelah PT Angkutan Sungai, Danau,dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak mengoperasikan 26 kapal roll on-roll off (ro-ro). Ke-26 kapal ro-ro ini mampu melakukan perjalanan hingga 86 trip per hari.
Dengan jumlah tersebut, total berbagai kendaraan yang telah terangkut kapal dan diseberangkan ke Pelabuhan Bakauheni sebanyak 6.793 unit. Adapun truk yang belum terangkut dan masih berada di luar pelabuhan hingga 15.00 WIB sekitar 1.600 unit.
”Kami telah berupaya maksimal untuk mengatasi kepadatan yang terjadi dalam beberapa hari ini. Kami juga telah mempersiapkan langkah-langkah percepatan untuk menguraikan kepadatan tersebut,” ungkap Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Christine Hutabarat, kemarin.
Langkah-langkah lain yang dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry adalah mempertahankan 26 armada yang beroperasi. Untuk bisa mewujudkan itu, PT ASDP Indonesia Ferry sangat mengharapkan peran dari Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap) memastikan kondisi keandalan kapal-kapal yang beroperasi dalam upaya percepatan mengurangi dan mengurai antrean. PT ASDP Indonesia Ferry juga mempercepat port time untuk kapal dengan bobot 3.500 GRT, yaitu 45 menit dari biasanya selama 1 jam.
”Personel bantuan dari PT ASDP sudah ditempatkan di titik-titik kritis di dalam pelabuhan dengan berada di bawah komando General Manager ASDP Cabang Merak,” ujarnya.
PT ASDP Indonesia Ferry, kata Christine, juga telah bekerja sama dengan Polda Banten untuk menempatkan petugas di setiap 1 km antrean truk. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penarikan kendaraan dari Km 92. ”Kami juga mendatangkan KMP Roditha sebagai kapal bantuan dan telah sampai di Merak hari ini (kemarin),” tambahnya.
Petugas Sentra Komunikasi (Senkom) PT Marga Mandala Sakti (MMS) Nasrudin mengatakan, truk yang antre di dalam tol Tangerang–Merak mulai susut. Antrean truk berada diKm 92. ”Baru 2 jam lalu (pukul 14.00 WIB,kemarin) kondisi antrean truk bisa tertarik,” terangnya.
Antrean kendaraan berbagai jenis di gerbang tol Cilegon Timur akibat adanya pengalihan kemarin juga sudah tidak terlihat lagi. Namun, titik antrean kendaraan masih terlihat di interchange gerbang Cilegon Timur atau jalur keluar dari jalan tol akibat adanya kepadatan arus lalu lintas di pusat kota Cilegon. ”Kemacetannya hanya tinggal 500 meter lagi,” tuturnya.
Diketahui, sejak Rabu 4 Juli 2012, antrean truk ekspedisi kembali terjadi di Pelabuhan Merak hingga mencapai 15 km. Antrean terjadi akibat minimnya kapal ro-ro yang beroperasi, dari rata-rata 24–26 menjadi 19 armada.
Padahal saat ini ada peningkatan jumlah kendaraan yang melakukan penyeberangan karena musim liburan sekolah. Jumlah kendaraan yang menyeberang naik 20% dari biasanya 4.900 menjadi 5.900–6.000 unit per hari.
(gpr)
Lihat Juga :