BlackBerry 10 ditunda, RIM bisa dituntut
Selasa, 10 Juli 2012 - 11:53 WIB
BlackBerry 10 ditunda, RIM bisa dituntut
A
A
A
Sindonews.com – Menurut beberapa ahli sekuritas dan investor, keterlambatan BlackBerry 10 dan komentar terlalu optimis CEO Research In Motion (RIM) Thorstein Heins sejak menduduki jabatan tertinggi itu pada Januari lalu, kemungkinan bisa membuat RIM berhadapan dengan tuntutan hukum dari pemegang saham.
“Mereka akan digugat dan mereka harus digugat karena saya pikir dilihat dari rekam jejak, mereka melakukan kekeliruan dengan sengaja,” kata seorang investor Jean-Louis Gassee, seperti dilansir dari New York Times, Selasa (10/7/2012).
“Ketika CEO mengatakan tidak ada yang salah dengan perusahaan itu, itu tidak hati-hati, tidak masuk akal,” tuturnya.
Setelah pemegang saham kecewa pada Juni lalu, Heins memperkirakan masa depan yang cerah untuk RIM dan dengan tegas mengatakan tidak ada yang salah dengan perusahaan tersebut. “RIM tidak ada dalam sebuah lingkaran kematian,” jelas Heins saat itu.
Dalam sebuah pernyataan, RIM juga menolak setiap pendapat bahwa perusahaan itu telah menyesatkan investor. “RIM juga menyadari kewajiban keterbukaan di bawah undang-undnag sekuritas yang berlaku dan berkomitmen untuk memberikan tranparasi yang tinggi dan itu terbukti dengan keputusan RIM mengeluarkan update bisnis interim pada 29 Mei 2012, sebagai pengingat bagi pemegang saham bahwa akan melaporkan kerugian usaha,” kata RIM.
Sementara itu, wajah-wajah bersahabat sepertinya juga tidak akan menyambut Heins saat penampilan perdananya sebagai kepala eksekutif pada pertemuan tahunan RIM, Selasa ini. Pasalnya, saham produsen BlackBerry itu telah merosot tajam sekira 95 persen dari puncaknya pada pertengahan 2008.
Sedangkan pada bulan lalu, RIM tidak hanya membukukan kerugian kuartal sebesar USD518 juta, tapi juga mengejutkan investor dengan mengumumkan bahwa barisan ponsel penting untuk masa depan perusahaan akan tertunda.
“Mereka akan digugat dan mereka harus digugat karena saya pikir dilihat dari rekam jejak, mereka melakukan kekeliruan dengan sengaja,” kata seorang investor Jean-Louis Gassee, seperti dilansir dari New York Times, Selasa (10/7/2012).
“Ketika CEO mengatakan tidak ada yang salah dengan perusahaan itu, itu tidak hati-hati, tidak masuk akal,” tuturnya.
Setelah pemegang saham kecewa pada Juni lalu, Heins memperkirakan masa depan yang cerah untuk RIM dan dengan tegas mengatakan tidak ada yang salah dengan perusahaan tersebut. “RIM tidak ada dalam sebuah lingkaran kematian,” jelas Heins saat itu.
Dalam sebuah pernyataan, RIM juga menolak setiap pendapat bahwa perusahaan itu telah menyesatkan investor. “RIM juga menyadari kewajiban keterbukaan di bawah undang-undnag sekuritas yang berlaku dan berkomitmen untuk memberikan tranparasi yang tinggi dan itu terbukti dengan keputusan RIM mengeluarkan update bisnis interim pada 29 Mei 2012, sebagai pengingat bagi pemegang saham bahwa akan melaporkan kerugian usaha,” kata RIM.
Sementara itu, wajah-wajah bersahabat sepertinya juga tidak akan menyambut Heins saat penampilan perdananya sebagai kepala eksekutif pada pertemuan tahunan RIM, Selasa ini. Pasalnya, saham produsen BlackBerry itu telah merosot tajam sekira 95 persen dari puncaknya pada pertengahan 2008.
Sedangkan pada bulan lalu, RIM tidak hanya membukukan kerugian kuartal sebesar USD518 juta, tapi juga mengejutkan investor dengan mengumumkan bahwa barisan ponsel penting untuk masa depan perusahaan akan tertunda.
(and)
Lihat Juga :