Naikan tarif, PT KAI janji perbaiki fasilitas
Selasa, 10 Juli 2012 - 19:43 WIB
Naikan tarif, PT KAI janji perbaiki fasilitas
A
A
A
Sindonews.com - PT KAI Commuter Jabodetabek berjanji untuk meningkatkan perbaikan fasilitas pelayanan sebelum pelaksanaan rencana kenaikan tarif.Persoalan fasilitas kepadatan penumpang serta pendingin AC yang sering mati juga jadwal kereta yang sering molor yang sudah sering terjadi menjadi prioritas utama dalam perbaikan pelayanan tersebut.
Sekertaris Perusahaan PT KAI Commuter Line Jabodetabek Makmur Saheran mengungkapkan salah satu upaya untuk mengurangi kepadatan penumpang, pihaknya telah menambah 246 kali pejalanan kereta perhari dari yang sebelumnya 386 kali perjalan perhari menjadi 632 perjalanan untuk wilayah Jabodetabek. Selain itu juga beberapa fasitas seperti AC dan keterlambatan jadwal kereta yang sudah diperbaiki.
"Penambahan operasional Commuter Line Jabodetabek ini mudah-mudahan pelayanan semakin membaik beserta pola operasional yang akan di ubah agar hambatan tersebut bisa diatasi," ujarnya dalam perbincangan dengan Sindonews, Selasa (10/7/2012).
Pada kesempatan itu, dia juga menyinggung mengenai kenaikan tarif sebesar Rp2.000 ini tidak diikuti kenaikan untuk KRL kelas ekonomi. Maka itu, dirinya mengimbau kepada para penumpang kelas ekonomi tidak perlu resah dengan rencana kenaikan tarif ini.
“Kenaikan tarif KRL sebesar Rp2.000 tidak berlaku pada tiket kereta Ekonomi, karena tarif tersebut masih di subsidi oleh pemerintah,” tukasnya.
Sebelumnya, akibat rencana kenaikan tarif Commuter Line ini mendapat reaksi protes dari para pengguna jasa KRL. Tadi siang mereka melakukan aksi protes dengan menduduki rel kereta di stasiun Bogor Jawa Barat. Dampak dari aksi protes tersebut sempat mengganggu lalu lintas KRL, namun tidak berlangsung lama dan berangsur pulih.
Sekertaris Perusahaan PT KAI Commuter Line Jabodetabek Makmur Saheran mengungkapkan salah satu upaya untuk mengurangi kepadatan penumpang, pihaknya telah menambah 246 kali pejalanan kereta perhari dari yang sebelumnya 386 kali perjalan perhari menjadi 632 perjalanan untuk wilayah Jabodetabek. Selain itu juga beberapa fasitas seperti AC dan keterlambatan jadwal kereta yang sudah diperbaiki.
"Penambahan operasional Commuter Line Jabodetabek ini mudah-mudahan pelayanan semakin membaik beserta pola operasional yang akan di ubah agar hambatan tersebut bisa diatasi," ujarnya dalam perbincangan dengan Sindonews, Selasa (10/7/2012).
Pada kesempatan itu, dia juga menyinggung mengenai kenaikan tarif sebesar Rp2.000 ini tidak diikuti kenaikan untuk KRL kelas ekonomi. Maka itu, dirinya mengimbau kepada para penumpang kelas ekonomi tidak perlu resah dengan rencana kenaikan tarif ini.
“Kenaikan tarif KRL sebesar Rp2.000 tidak berlaku pada tiket kereta Ekonomi, karena tarif tersebut masih di subsidi oleh pemerintah,” tukasnya.
Sebelumnya, akibat rencana kenaikan tarif Commuter Line ini mendapat reaksi protes dari para pengguna jasa KRL. Tadi siang mereka melakukan aksi protes dengan menduduki rel kereta di stasiun Bogor Jawa Barat. Dampak dari aksi protes tersebut sempat mengganggu lalu lintas KRL, namun tidak berlangsung lama dan berangsur pulih.
(and)
Lihat Juga :