93% konsumen masih gunakan uang tunai

Kamis, 12 Juli 2012 - 09:54 WIB
93% konsumen masih gunakan...
93% konsumen masih gunakan uang tunai
A A A
Sindonews.com - The Nielsen Global Survey of Investment Attitudes yang menyurvei lebih dari 28.000 konsumen online tentang strategi dan kebiasaan finansial menemukan bahwa 93 persen konsumen Indonesia menggunakan uang tunai untuk membiayai belanja sehari-hari, makan, rekreasi atau hiburan.

Sedangkan, 23 persen menggunakan kartu kredit (59 persen di Asia-Pasifik) dan 46 persen menggunakan kartu debit. Ada pun, lebih dari separuh (59 persen) pengguna kartu kredit mengaku membayar tagihan bulanannya dengan tuntas, di mana 18 persen memilih untuk mem - bayarkan sejumlah mi ni mum pembayaran. Sementara menurut studi terbaru Nielsen, lebih dari seperempat (28 persen) konsumen di Indonesia memegang produk investasi.

Studi ini mengungkapkan bahwa mayoritas konsumen Indonesia (75 persen) lebih menyukai mengambil keputusan keuangan pribadi secara mandiri atau dengan bantuan teman, saudara, kolega, atau ahli yang muncul di media. Survei Nielsen menunjukkan bahwa hanya 17 persen konsumen Indonesia menggunakan jasa penasihat finansial (financial planner) untuk keputusan mengenai finansial dan keuangan (wealth) pribadi.

Lebih dari sepertiga (37 persen) mengatakan mereka hanya berpegang pada diri sendiri karena tidak mempercayai pihak lain, sedangkan 23 persen mengatakan mereka berkonsultasi dengan teman, keluarga, dan kolega untuk mendapat saran. Adapun, sebanyak persen konsumen Indonesia berpegang pada tips investasi dari komentator atau ahli di televisi, radio, dan internet.

“Tanpa diragukan, terdapat banyak kesempatan bagi penyedia jasa finansial untuk mendekatkan diri dan mengambil bagian yang lebih besar dalam perjalanan finansial konsumen Indonesia,” ujar Catherine Eddy, Managing Director Nielsen Indonesia, di Jakarta, kemarin.

Bank Indonesia (BI) sebelumnya menyatakan bahwa kebutuhan masyarakat akan uang tunai masih besar. Selain karena kebutuhan untuk pembayaran yang bersifat perorangan, minimnya akses ke perbankan dan penggunaan alat pembayaran nontunai menjadi penyebab tingginya kebutuhan tersebut.

Direktur Grup Departemen Pengedaran Uang BI Adnan Djuan da menjelaskan, penggunaan sistem pembayaran nontunai ternyata tidak mengurangi keberadaan uang kartal (uang kertas dan logam) dalam perekonomian.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Intip Potensi Besar...
Intip Potensi Besar Keuangan Syariah
Kemenkeu Mendorong Sektor...
Kemenkeu Mendorong Sektor Jasa Keuangan Tumbuh Berkembang
Stabilkan Keuangan Akibat...
Stabilkan Keuangan Akibat Dompet Tipis usai Lebaran
Keuangan Negara 2021...
Keuangan Negara 2021 Dinyatakan WTP
Diskusi Bertajuk Traveling...
Diskusi Bertajuk Traveling Sekeluarga Anti Boncos
Jaga Kepercayaan Publik,...
Jaga Kepercayaan Publik, IAPI konsisten Lahirkan Ahli Keuangan Investigator
Berita Terkini
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
2 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
13 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
13 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
13 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
14 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved