Penurunan ekspor perlambat pertumbuhan ekonomi
Kamis, 12 Juli 2012 - 15:51 WIB
Penurunan ekspor perlambat pertumbuhan ekonomi
A
A
A
Sindonews.com - Krisis ekonomi global tak dipungkiri akan menggerus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Bahkan Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2012 akan lebih rendah dibanding prediksi semula.
"Dengan menurunnya kinerja ekspor, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2012 diprakirakan tumbuh lebih rendah yaitu sebesar 6,3 persen dan berada pada kisaran 6,1-6,5 persen pada tahun 2012 dan 6,3-6,7 persen tahun 2013," ujar Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Meski sedikit melambat dibanding prediksi, tingkat pertumbuhan ekonomi masih didukung oleh tetap kuatnya permintaan domestik, baik konsumsi dan investasi yang tumbuh cukup tinggi. Di sisi sektoral, seluruh sektor ekonomi diprakirakan masih tumbuh dengan baik. Sektor-sektor yang diprakirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi ke depan, antara lain sektor transportasi dan komunikasi; sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor industri.
Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 5,75 persen. Bank Sentral memandang bahwa tingkat suku bunga tersebut masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan sasaran inflasi tahun 2012 dan 2013, yaitu 4,5 persen plus minus satu persen.
Di sisi eksternal, Bank Indonesia juga terus mewaspadai melemahnya perekonomian global yang berdampak pada melambatnya ekspor di tengah masih tingginya impor sejalan dengan kuatnya permintaan domestik.
"Dengan menurunnya kinerja ekspor, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2012 diprakirakan tumbuh lebih rendah yaitu sebesar 6,3 persen dan berada pada kisaran 6,1-6,5 persen pada tahun 2012 dan 6,3-6,7 persen tahun 2013," ujar Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Meski sedikit melambat dibanding prediksi, tingkat pertumbuhan ekonomi masih didukung oleh tetap kuatnya permintaan domestik, baik konsumsi dan investasi yang tumbuh cukup tinggi. Di sisi sektoral, seluruh sektor ekonomi diprakirakan masih tumbuh dengan baik. Sektor-sektor yang diprakirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi ke depan, antara lain sektor transportasi dan komunikasi; sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor industri.
Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 5,75 persen. Bank Sentral memandang bahwa tingkat suku bunga tersebut masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan sasaran inflasi tahun 2012 dan 2013, yaitu 4,5 persen plus minus satu persen.
Di sisi eksternal, Bank Indonesia juga terus mewaspadai melemahnya perekonomian global yang berdampak pada melambatnya ekspor di tengah masih tingginya impor sejalan dengan kuatnya permintaan domestik.
(and)
Lihat Juga :