Lagi, ESDM bantah ada mosi tidak percaya
Senin, 23 Juli 2012 - 17:07 WIB
Lagi, ESDM bantah ada mosi tidak percaya
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengeluarkan bantahan terkait mosi tidak percaya pada pelantikan penjabat Badan Pengelola Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Walaupun, pelantikan sudah diselenggarakan Jumat 20 Juli 2012 lalu, namun sepertinya pemberitaan tentang hal tersebut cukup mengganggu Kementerian yang dipimpin oleh Jero Wacik ini.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno mengaku kaget mendengar pemberitaan yang menguak setelah pembatalan agenda pelantikan pada Kamis, 19 Juli 2012. Dirinya memastikan, di tubuh internal kementerian, baik dari atasan ke bawahan ataupun sebaliknya, tidak ada permasalahan.
"Kami saat baca sebenarnya juga kaget. Sebenarnya kita tenang-tenang saja. Kita tetap satu loyalitas yang tinggi antara pimpinan dan bawahan," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (23/7/2012).
Dia menambahkan, dalam penentuan penjabat di BP Migas atau pada lembaga lainnya, memiliki kriteria baku yang sudah terukur. Sehingga, tidak ada peluang timbulnya kericuhan. "Karena kita sudah dikunci pada 33 persyaratan," tegasnya.
Dalam agendanya, klarifikasi ini akan disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Jero Wacik untuk kedua kalinya. Namun, dikarenakan Jero Wacik harus berangkat ke Prancis dan Inggris untuk menyelesaikan persoalan minyak dan pertambangan, agenda ini diwakili Wakil Menteri dan jajaran lainnya.
Sebelumnya, Jero sudah membantah pembatalan agenda pelantikan penjabat di Badan Pengelola Hulu dan Kegiatan Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dikarenakan mosi tidak percaya pejabat eselon I Kementerian ESDM terhadap dirinya.
Menurutnya, pengangkatan penjabat di BP Migas memang sangat krusial. Karena seperti yang diketahui, pendapatan lembaga tersebut setiap tahunnya dapat mencapai Rp300 triliun. Sehingga, jika terjadi pergantian, maka selalu menjadi sorotan berbagai pihak dan cenderung kental dengan intervensi.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno mengaku kaget mendengar pemberitaan yang menguak setelah pembatalan agenda pelantikan pada Kamis, 19 Juli 2012. Dirinya memastikan, di tubuh internal kementerian, baik dari atasan ke bawahan ataupun sebaliknya, tidak ada permasalahan.
"Kami saat baca sebenarnya juga kaget. Sebenarnya kita tenang-tenang saja. Kita tetap satu loyalitas yang tinggi antara pimpinan dan bawahan," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (23/7/2012).
Dia menambahkan, dalam penentuan penjabat di BP Migas atau pada lembaga lainnya, memiliki kriteria baku yang sudah terukur. Sehingga, tidak ada peluang timbulnya kericuhan. "Karena kita sudah dikunci pada 33 persyaratan," tegasnya.
Dalam agendanya, klarifikasi ini akan disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Jero Wacik untuk kedua kalinya. Namun, dikarenakan Jero Wacik harus berangkat ke Prancis dan Inggris untuk menyelesaikan persoalan minyak dan pertambangan, agenda ini diwakili Wakil Menteri dan jajaran lainnya.
Sebelumnya, Jero sudah membantah pembatalan agenda pelantikan penjabat di Badan Pengelola Hulu dan Kegiatan Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dikarenakan mosi tidak percaya pejabat eselon I Kementerian ESDM terhadap dirinya.
Menurutnya, pengangkatan penjabat di BP Migas memang sangat krusial. Karena seperti yang diketahui, pendapatan lembaga tersebut setiap tahunnya dapat mencapai Rp300 triliun. Sehingga, jika terjadi pergantian, maka selalu menjadi sorotan berbagai pihak dan cenderung kental dengan intervensi.
(and)