Kontraktor China hambat proyek 10.000 MW

Senin, 23 Juli 2012 - 18:02 WIB
Kontraktor China hambat...
Kontraktor China hambat proyek 10.000 MW
A A A
Sindonews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengubah beberapa aturan untuk mempertegas para kontraktor pembangkit listrik agar lebih tepat waktu menyelesaikan proyek. Hal itu seiring dengan terulurnya proyek percepatan pembangkit listrik tahap pertama (fast track program I/FTP-I) 10.000 megawatt (MW).

Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, salah satu peraturan yang diperbaiki adalah jaminan kontraktor. Kontraktor yang mayoritas berasal dari China ini juga diminta untuk mengadopsi cara kerja kontraktor Jepang.

"Cara kerja kontraktor Jepang yang telah teruji dan dapat diikuti kontraktor lain," kata Jarman di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (23/7/2012).

Disamping itu, menurutnya juga ada perbaikan kebijakan term of payment. Sebelum aturan term of payment diperbaiki, maka seluruh barang impor untuk pembangunan pembangkit listrik telah masuk ke Indonesia namun terbelangkai karena belum dapat digunakan.

"Banyak barang tergeletak di lapangan karena belum bisa dipasang. Sekarang kita perbaiki, barang yang masuk harus segera dipasang kalau belum bisa maka tidak boleh masuk Indonesia," tambahnya.

Kementerian ESDM dalam hal ini menjamin jika proyek percepatan pembangkit listrik tahap pertama dan kedua telah selesai, maka dapat menopang sistem kelistrikan Indonesia.

Dia mengatakan, per 1 Juli lalu, fast track program I (FTP-I) 10.000 Mw telah masuk sebesar 45 persen. Akhir tahun 2012 ditargetkan telah dapat Commercial on Date (COD) sebesar 6.000 Mw, atau 60 persen. "Total 10.000 Mw akan masuk semua pada 2014 mendatang," ungkap Jarman.

Sedangkan untuk FTP 10.000 Mw tahap dua, ditargetkan akan selesai pada 2018 mendatang. FTP tahap dua, lanjutnya, komposisi terbesar dari pembangkit listrik panas bumi sebesar 4.900 Megawatt (Mw), dan 1.753 Mw berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA). "Dilihat dari komposisinya maka proyek FTP tahap II 69 persennya berasal dari energi baru terbarukan," katanya.

Jarman menargetkan untuk proyek FTP tahap dua, dapat selesai pada 2018 mendatang. "Puncaknya pada 2015 mendatang listrik masuk 2.005 Megawatt," tandasnya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
6 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
8 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
8 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
8 jam yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
9 jam yang lalu
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
9 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved