Gas Gajah Baru dialirkan ke Batam

Senin, 23 Juli 2012 - 21:30 WIB
Gas Gajah Baru dialirkan...
Gas Gajah Baru dialirkan ke Batam
A A A
Sindonews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan gas dari Lapangan Gajah Baru milik Premiere Oil tampaknya batal dialirkan hingga ke Pulau Jawa menyusul ketidakmampuan PT PLN (Persero) menyerap pasokan. Pemerintah berencana mengalirkan gas ini untuk memenuhi kebutuhan industri di Batam.

Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini mengatakan berdasarkan rencana awal seharusnya pasokan gas Gajah Baru tersebut dialirkan ke PLTGU Muara tawar, Bekasi. Akan tetapi, karena meter milik PT PGN (Persero) di Muara Bekasi tidak bisa mengikuti fluktuasi kebutuhan gas PLN. Maka dari itu, gas dicoba untuk dialihkan ke PT Krakatau Steel tetapi perusahaan tersebut merasa keberatan dengan harganya.

“Rapat kemarin, kita sudah meminta agar pasokan gas ini dicoba untuk dialirkan ke Batam atau Sumatera Utara yang sebelumnya mengaku kekurangan pasokan,” kata Rudi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (23/7/2012).

Dia menuturkan, Batam dipilih karena memang daerah tersebut membutuhkan gas dan dekat dengan Lapangan Gajah Baru. Sehingga harga pasokan gas sebesar 40 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd) ini tidak akan terlalu tinggi.

“Kalau ke Batam, harganya sekitar USD4,9 per juta british thermal unit (mmbtu) ditambah biaya transportasi USD1,5 per mmbtu. Sedangkan jika dibawa ke Jawa, harga gas melonjak menjadi USD9,8 per mmbtu. Inilah yang membuat Krakatau Steel enggan mengambil gas Gajah Baru,” jelasnya.

Gas Gajah Baru awalnya memang untuk memasok pembangkit PLN di Batam. Namun karena ketidaksiapan pipa, gas rencananya akan dialirkan ke konsumen Singapura. Sebagai gantinya, PLN akan mendapat pasokan dari Blok Koridor milik ConocoPhilips ke PLTGU Muara Tawar. Sehingga, gas akan mengalir melalui pipa South Sumatera West Java (SSWJ) milik PGN.

Dilihat dari kapasitas penyaluran dari Muara Bekasi hingga ke PLTGU Muara Tawar sudah penuh, kapasitas meter di Muara Bekasi yaitu 530 mmscfd. Kapasitas tersebut sudah dipakai untuk mengalirkan gas dari Lapangan Grissik 370-400 mmscfd dan Lapangan Jambi Merang 150 mmscfd. Apalagi kebutuhan gas PLN berfluktuasi.

Sebelumnya, persetujuan swap Gajah Baru telah diberikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik sejak Oktober tahun lalu. Pertukaran ini menambah pasokan gas ke PLN sebesar 40 juta kaki kubik per hari atau setara dengan listrik 200 megawatt (MW).
Sehingga, PLN bisa menghemat biaya operasi sebesar Rp2–3 triliun per tahun. Selain itu, juga mengurangi besaran impor bahan bakar minyak (BBM) sebesar 6.000 barel per hari.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IPGI Minta Pemerintah...
IPGI Minta Pemerintah Evaluasi Program Harga Gas Bumi Tertentu
Blok Masela Jadi Solusi,...
Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri
Waduh, Harga Gas Murah...
Waduh, Harga Gas Murah Belum Dinikmati Industri Oleokimia
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Pasokan Minim, Kadin...
Pasokan Minim, Kadin Desak Pemerintah Buka Keran Impor Gas Industri
Harga Gas Diatur, Pengamat:...
Harga Gas Diatur, Pengamat: Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi Makin Sulit
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
30 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
55 menit yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
57 menit yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
1 jam yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved