SBY dipastikan tidak makan tahu tempe
Selasa, 24 Juli 2012 - 15:29 WIB
SBY dipastikan tidak makan tahu tempe
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Koperasi Pengrajin Tempe Tahu Indonesia, Sutaryo memastikan masyarakat Jabodetabek dan Bandung dalam tiga hari ini tidak akan dapat menikmati tahu dan tempe.
Hal tersebut dikarenakan aksi mogok para pengusaha dua makanan khas Indonesia tersebut selama tiga hari, yakni mulai dari tanggal 25 hingga 27 Juli 2012. "Jadi mulai dari Rabu, Kamis dan Jumat itu pasti mogok. Tidak akan ada tahu tempe di pasar, bahkan Presiden pun tidak akan makan," ucap Sutaryo saat dihubungi Sindonews, Selasa (24/7/2012).
Berbicara keluhan, Sutaryo menuturkan sudah cukup sering disampaikan kepada pemerintah. Namun, karena kali ini kondisinya dinilai sangat merugikan para pedagang, maka aksi mogok adalah cara supaya pemerintah lebih mendengarkannya.
"Sudah sering saya sampaikan keluhan dari para pengrajin tempe dan tahu ini. Terakhir ke Kementerian Perindustrian, tapi juga tidak ditanggapi," jelasnya.
Dirinya berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga kedelai yang merupakan bahan baku dari pembuatan tempe dan tahu. Saat ini harga kedelai mencapai Rp8.000 per kilogram yang semulanya hanya Rp6.000 per kilogram.
Sewajarnya, kondisi ini akan memberatkan kosumen yang mayoritas adalah masyrakat kelas menengah ke bawah. "Kalau tiba-tiba kita naikan harga tahu dan tempe itu pembeli juga gak ada, kan mahal jadinya," ucap Sutaryo.
Hal tersebut dikarenakan aksi mogok para pengusaha dua makanan khas Indonesia tersebut selama tiga hari, yakni mulai dari tanggal 25 hingga 27 Juli 2012. "Jadi mulai dari Rabu, Kamis dan Jumat itu pasti mogok. Tidak akan ada tahu tempe di pasar, bahkan Presiden pun tidak akan makan," ucap Sutaryo saat dihubungi Sindonews, Selasa (24/7/2012).
Berbicara keluhan, Sutaryo menuturkan sudah cukup sering disampaikan kepada pemerintah. Namun, karena kali ini kondisinya dinilai sangat merugikan para pedagang, maka aksi mogok adalah cara supaya pemerintah lebih mendengarkannya.
"Sudah sering saya sampaikan keluhan dari para pengrajin tempe dan tahu ini. Terakhir ke Kementerian Perindustrian, tapi juga tidak ditanggapi," jelasnya.
Dirinya berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga kedelai yang merupakan bahan baku dari pembuatan tempe dan tahu. Saat ini harga kedelai mencapai Rp8.000 per kilogram yang semulanya hanya Rp6.000 per kilogram.
Sewajarnya, kondisi ini akan memberatkan kosumen yang mayoritas adalah masyrakat kelas menengah ke bawah. "Kalau tiba-tiba kita naikan harga tahu dan tempe itu pembeli juga gak ada, kan mahal jadinya," ucap Sutaryo.
(gpr)
Lihat Juga :