PLN gandeng HSBC kaji proyek PLTU Mulut Tambang Sumsel
Selasa, 24 Juli 2012 - 19:16 WIB
PLN gandeng HSBC kaji proyek PLTU Mulut Tambang Sumsel
A
A
A
Sindonews.com - PT PLN (Persero) menggandeng Bank HSBC untuk menyukseskan proses pengadaan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Sumsel 9 dan 10. Hal ini terkait dengan konsultasi transaksi (transaction advisor) dalam penyiapan aspek legal, teknik, ekonomi, dan finansial.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, kerjasama ini merupakan langkah awal untuk memulai proyek pembangunan PLTU Sumsel 9 dan Sumsel 10 senilai USD3 miliar.
"Proyek ini dilakukan melalui skema kerjasama pemerintah-swasta (public private partnership/PPP). Sebelumnya, PLN telah berhasil dalam pengadaan pembangunan PLTU dengan skema PPP pada PLTU Jawa Tengah 2x1.000 MW. Proyek PLTU Sumsel 9 dan Sumsel 10 lebih kompleks daripada PLTU Jateng yang batubaranya bisa dipasok dari berbagai sumber,” kata Nur Pamudji dalam siaran pers, Selasa (24/7/2012).
Dirinya mengharapkan kerjasama ini segera dilaksanakan agar pembangunan PLTU secepatnya terlaksana, bahkan dimungkinkan lebih cepat dari proyek PLTU Jawa tengah.
HSBC, menurut Nur Pamudji, akan memberikan konsultasi kepada PLN termasuk studi yang diperlukan dan dipersiapkan pengadaan untuk membantu PLN dan memastikan proses pelelangan yang adil dan transparan. Selain itu juga membantu persiapan proyek yang marketable dan bankable untuk menarik partisipasi sektor swasta sehingga pembangunan proyek lebih efisien. HSBC sendiri, dia menambahkan, juga menggandeng Aurecon sebagai konsultan tambang batubara.
Kerjasama ini dirancang selama 18 bulan, dan dinilai cukup kompleks dan sangat krusial. Terlebih, proyek ini ditawarkan dengan skema kerjasama pemerintah-swasta (public private partnership/PPP) sehingga banyak pihak yang akan terlibat dalam proses pengadaan proyek seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Proyek ini akan terkait dengan proyek besar lainnya yaitu pembangunan transmisi High Voltage Direct Current (HVDC) Jawa-Sumatera.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, kerjasama ini merupakan langkah awal untuk memulai proyek pembangunan PLTU Sumsel 9 dan Sumsel 10 senilai USD3 miliar.
"Proyek ini dilakukan melalui skema kerjasama pemerintah-swasta (public private partnership/PPP). Sebelumnya, PLN telah berhasil dalam pengadaan pembangunan PLTU dengan skema PPP pada PLTU Jawa Tengah 2x1.000 MW. Proyek PLTU Sumsel 9 dan Sumsel 10 lebih kompleks daripada PLTU Jateng yang batubaranya bisa dipasok dari berbagai sumber,” kata Nur Pamudji dalam siaran pers, Selasa (24/7/2012).
Dirinya mengharapkan kerjasama ini segera dilaksanakan agar pembangunan PLTU secepatnya terlaksana, bahkan dimungkinkan lebih cepat dari proyek PLTU Jawa tengah.
HSBC, menurut Nur Pamudji, akan memberikan konsultasi kepada PLN termasuk studi yang diperlukan dan dipersiapkan pengadaan untuk membantu PLN dan memastikan proses pelelangan yang adil dan transparan. Selain itu juga membantu persiapan proyek yang marketable dan bankable untuk menarik partisipasi sektor swasta sehingga pembangunan proyek lebih efisien. HSBC sendiri, dia menambahkan, juga menggandeng Aurecon sebagai konsultan tambang batubara.
Kerjasama ini dirancang selama 18 bulan, dan dinilai cukup kompleks dan sangat krusial. Terlebih, proyek ini ditawarkan dengan skema kerjasama pemerintah-swasta (public private partnership/PPP) sehingga banyak pihak yang akan terlibat dalam proses pengadaan proyek seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Proyek ini akan terkait dengan proyek besar lainnya yaitu pembangunan transmisi High Voltage Direct Current (HVDC) Jawa-Sumatera.
(gpr)
Lihat Juga :