BM dibebaskan, harga kedelai bisa turun Rp400/kg
Rabu, 25 Juli 2012 - 11:02 WIB
BM dibebaskan, harga kedelai bisa turun Rp400/kg
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurti menuturkan, dengan dibebaskannya bea masuk impor kedelai sebesar 5 persen, dapat menurunkan harga kedelai di pasaran. Dari harga kedelai Rp8.000 per kilogram, menurutnya akan turun sebesar Rp400, sehingga menjadi Rp7.600 per kilogram.
"Harga impor akan dalam rupiah akan turun sekitar Rp400,an," ungkap seusai Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Pembebasan bea masuk, dia menuturkan, hanya akan berlaku hingga akhir tahun 2012. Kemudian, untuk keputusan selanjutnya akan dirapatkan kembali di tubuh kementerian. Maka dari itu, sebagai solusi terbaik, menurutnya adalah dengan meningkatkan produksi dalam negeri. "Iya seharusnya tingkatkan produksi dalam negeri," ucapnya.
Pemerintah sudah menyepakati beberapa poin solusi dalam persoalan kedelai di Indonesia. Kesepakatan tersebut dicetuskan setelah adanya Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian hari ini oleh para menteri terkait.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan, tiga poin kesepakatan yang diraih. Pertama, pemerintah menyepakati untuk memberikan pembebasan bea masuk 5 persen hingga akhir tahun 2012.
"Pembebasan bea masuk 5 persen untuk kedelai yang berlaku sampai akhir tahun justru itu kita meminta begitu diputuskan nanti segera para pedagang menurunkan harganya sesuai dengan bea masuk tersebut," ungkap Hatta.
Kedua, Hatta menuturkan bahwa pemerintah akan memfasilitasi koperasi para pengrajin tahun dan tempe untuk dapat melakukan impor langsung. Dirinya memastikan Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Kementerian Perindustrian akan menjadi fasilitator.
Selanjutnya, Hatta mengungkapkan yang ketiga adalah perbaikan dalam sistem produksi, yang langsung ditangani oleh Kementerian Perindustrian.
"Ini akan meningkatkan produktivity dari pengrajin. Ini keputusan penting untuk pengrajin tahu tempe, dengan demikian kita harapkan akan segera turun harganya," pungkasnya.
"Harga impor akan dalam rupiah akan turun sekitar Rp400,an," ungkap seusai Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Pembebasan bea masuk, dia menuturkan, hanya akan berlaku hingga akhir tahun 2012. Kemudian, untuk keputusan selanjutnya akan dirapatkan kembali di tubuh kementerian. Maka dari itu, sebagai solusi terbaik, menurutnya adalah dengan meningkatkan produksi dalam negeri. "Iya seharusnya tingkatkan produksi dalam negeri," ucapnya.
Pemerintah sudah menyepakati beberapa poin solusi dalam persoalan kedelai di Indonesia. Kesepakatan tersebut dicetuskan setelah adanya Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian hari ini oleh para menteri terkait.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan, tiga poin kesepakatan yang diraih. Pertama, pemerintah menyepakati untuk memberikan pembebasan bea masuk 5 persen hingga akhir tahun 2012.
"Pembebasan bea masuk 5 persen untuk kedelai yang berlaku sampai akhir tahun justru itu kita meminta begitu diputuskan nanti segera para pedagang menurunkan harganya sesuai dengan bea masuk tersebut," ungkap Hatta.
Kedua, Hatta menuturkan bahwa pemerintah akan memfasilitasi koperasi para pengrajin tahun dan tempe untuk dapat melakukan impor langsung. Dirinya memastikan Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Kementerian Perindustrian akan menjadi fasilitator.
Selanjutnya, Hatta mengungkapkan yang ketiga adalah perbaikan dalam sistem produksi, yang langsung ditangani oleh Kementerian Perindustrian.
"Ini akan meningkatkan produktivity dari pengrajin. Ini keputusan penting untuk pengrajin tahu tempe, dengan demikian kita harapkan akan segera turun harganya," pungkasnya.
(and)
Lihat Juga :